Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Simak Jatah Lima Jenis Pupuk Subsidi di Tulungagung untuk Tahun 2019

18 Desember 2018, 07: 41: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

SEMRINGAH: Petani di Kecamatan Kauman sedang merawat tanaman padi yang sudah tumbuh subur.

SEMRINGAH: Petani di Kecamatan Kauman sedang merawat tanaman padi yang sudah tumbuh subur. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG – Para petani hatinya semakin ayem dan tenang. Realokasi pupuk di penghujung 2018 ini berbanding lurus dengan alokasi untuk 2019. Mayoritas pupuk yang lazim digunakan para petani mengalami peningkatan alokasi.

Kendati demikian, ada satu jenis yang menurun, yakni Phonska. “Alokasi untuk 2019 tersebut sebenarnya sudah diterima sejak beberapa hari yang lalu. Mayoritas mengalami kenaikan dibanding 2018 ini,” jelas Kasi Pupuk, Pestisida, dan Teknologi Pangan Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung Triwidyono Agus Basuki, Selasa  (18/12).

Menurut dia, untuk alokasi yang diterima tersebut ditentukan langsung oleh pemerintah. Jadi pihaknya hanya kebagian melakukan break down ke bawah dan menyosialisasikan kepada kaum petani. Khususnya untuk mengabarkan jika ada kenaikan alokasi untuk tahun depan. “Pemerintah pusat yang menentukan semuanya. Kami hanya tinggal menerima untuk diteruskan kepada kaum petani di kabupaten ini,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Koran ini, dari lima jenis pupuk, hanya Phonska yang mengalami penurunan alokasi. Sedangkan empat lainnya mengalami kenaikan. Namun untuk jenis SP-36 hanya mengalami kenaikan paling sedikit, yaitu 4 ton saja.

Sedangkan untuk harga eceran tertinggi (HET) untuk setiap jenis pupuk bersubsidi berbeda-beda. Urea Rp 1.800 per kilogram (kg); SP-36 Rp 2.000 per kg; ZA Rp 1.400 per kg; NPK/Phonska Rp 2.300 per kg; dan pupuk organik Rp 500 per kg.

(rt/rak/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia