Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Ada Beberapa Sebab yang Bikin Capaian Target ORI Difteri Turun

18 Desember 2018, 09: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

Ada Beberapa Sebab yang Bikin Capaian Target ORI Difteri Turun

 TULUNGAGUNG – Capaian outbreak response immunization (ORI) difteri di Kota Marmer mengalami penurunan. Jika dibandingkan dengan capaian ORI difteri putaran II mencapai 96,73 persen, kini pada putaran III baru tercapai sebesar 83,28. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 14 persen.

Kasi Survailens dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung Satriyo menjelaskan, meski terjadi penurunan, tetap mengupayakan agar target terpenuhi. Ada waktu hingga akhir tahun. Kalau target ini tercapai, setidaknya masyarakat terlindungi dari penyakit difteri,” jelasnya. 

Ada sejumlah kendala yang menjadi penyebab menurunnya capaian ORI difteri jilid III ini. Yakni adanya isu haram–halal terkait vaksin MR. Jadi berimbas pada pemberian imunisasi ORI difteri. Tak jarang, sejumlah masyarakat ragu dengan adanya imunisasi ini.

Selain itu, beredar informasi mengenai kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang membuat sejumlah masyarakat khawatir. “Sempat ada informasi mengenai KIPI sehingga membuat masyarakat resah dan enggan membawa anak mereka imunisasi,” ujarnya Senin (17/12).

Bahkan pelaksanaan imunisasi ORI difteri jilid III sempat terhambat. Pasalnya, stok vaksin difteri tetanus (DT) untuk anak usia lima hingga tujuh tahun sempat kosong dan datang 5 Desember lalu. ORI difteri jilid III yang dilakukan pada November hingga Desember bersamaan dengan menjelang berakhirnya semester ganjil. Bersamaan dengan masa libur sekolah.  

Dinkes menargetkan minimal 95 persen dari total sasaran 281.515 menerima vaksin difteri jilid III ini. Jumlah itu terdiri dari anak-anak berusia 1 hingga 19 tahun. Pemberian vaksin difteri tahap III ini adalah mereka yang telah mendapat vaksin difteri tahap I dan II. Tujuannya, agar vaksin dapat bekerja maksimal dan dapat membangun kekebalan tubuh. “Sesuai dengan anjuran pemerintah, pemberian vaksin dilakukan tiga tahap. Yang telah mendapat vaksin tahap I dan II diharap juga ikut lagi di tahap III ini,” terang pria berkacamata ini.

(rt/did/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia