Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Ormas Islam Bereaksi, Nasib Karaoke Maxi Brillian di Tangan Pemkot

18 Desember 2018, 10: 09: 04 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

ROOM 4: Karyawan Maxi Brillian menunjukkan room yang digerebek Polda Jatim yang diduga ada tarian striptisnya, kemarin (17/12).

ROOM 4: Karyawan Maxi Brillian menunjukkan room yang digerebek Polda Jatim yang diduga ada tarian striptisnya, kemarin (17/12). (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA – Setelah dilakukan penyidikan selama sekitar dua minggu, Polda Jawa Timur (Jatim) akhirnya melepas police line atau garis polisi tempat karaoke Maxi Brillian. Pelepasan garis polisi tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan.

Dari informasi yang diterima Koran ini, garis polisi itu dilepas Jumat (14/12) lalu. Meski sudah dilepas, pengelola diminta untuk tidak beroperasi terlebih dahulu sebelum ada keputusan yang jelas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. "Ya, sudah dilepas Polda," ujar Kepala Satpol PP Kota Blitar Juari kepada Koran ini.

Setelah garis polisi dibuka, lanjut dia, satpol PP dan beberapa pihak terkait lainnya langsung datang ke tempat karaoke tersebut. Satpol PP meminta agar tidak beroperasi terlebih dahulu sebelum ada kejelasan kasus kafe dan karaoke Maxi Brillian. "Kami sampaikan agar tidak operasional dulu untuk menjaga kondusivitas lingkungan sambil menunggu proses lebih lanjut," tandasnya. 

Seperti diketahui, satpol PP kini juga sedang melakukan investigasi terhadap tempat karaoke tersebut. Satpol PP bersama Pemkot Blitar beberapa waktu lalu juga telah menggelar audiensi dengan beberapa tokoh masyarakat sekitar tempat karaoke. Hingga kini, pemkot juga masih menunggu hasil penyidikan di kepolisian tuntas.

Sementara itu, pemilik karaoket Maxi Brillian, Heru Sugeng Priyono alias Heru Brillian mengakui bahwa garis polisi telah dilepas Polda Jatim. Meski sudah dilepas, pihaknya belum bisa mengoperasikan tempat karaoke tersebut. “Kami belum membukanya. Kami menunggu koordinasi terlebih dahulu dari Pemkot Blitar,” terangnya.

Menurut dia, pemilik sudah berkoordinasi dengan Pemkot Blitar dan beberapa instansi terkait lain soal kepastian pengoperasian tempat karaoke lagi. Sesuai informasi yang diterima, Pemkot Blitar dan pemilik, bersama sejumlah instansi terkait lainnya masih akan menggelar pertemuan lagi. “Kami masih menunggu informasi dari pemkot. Rencana ada pertemuan,” ungkapnya.

Di tempat lain, kemarin (17/12) perwakilan Forum Umat Islam Blitar Raya mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. Kedatangannya untuk mengirimkan surat audiensi mengenai tempat hiburan malam di Kota Blitar.

Surat audiensi itu dikirimkan guna membahas permasalahan sejumlah tempat hiburan di Kota Blitar. Mengingat beberapa waktu lalu atau pada 3 Desember 2018, Polda Jatim menggerebek tempat karaoke Maxi Brillian karena diduga ada praktik asusila berupa tarian striptis. "Ya, hari ini (17/12) kami datang ke DPRD Kota Blitar untuk mengirim surat tersebut," kata Ketua Forum Umat Islam Blitar Raya, Akbar Harir, di Kantor DPRD Kota Blitar kemarin.

Akbar mengungkapkan, pihaknya dan beberapa teman organisasi masyarakat (ormas) lainnya prihatin dengan penggerebekan yang terjadi di tempat karaoke Maxi Brillian. Lantaran ada dugaan praktik tarian striptis di dalam tempat karaoke tersebut. "Setelah kejadian itu, kami (sejumlah ormas Islam, Red) berkumpul membahas itu. Karena masalah ini ranah Pemkot Blitar, maka jalan kami yakni mengirimkan surat permohonan hearing kepada dewan," ujar pria ramah ini.

Soal nantinya bagaimana tindak lanjut dari DPRD Kota Blitar, kata dia, tergantung dari dewan. Bagaimana nanti rekomendasi yang diberikan oleh dewan. "Yang pasti kami berharap kafe-kafe atau tempat hiburan yang menyalahi aturan juga menghendaki untuk diproses semuanya," terangnya.

Soal tempat karaoke Maxi Brillian, kata dia, pihak meminta agar tidak dibuka terlebih dahulu sebelum ada kejelasan dari Pemkot Blitar. Pemkot harus segera bergerak untuk menentukan langkah soal tempat karaoke yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto mengaku sudah menerima surat permohonan audiensi atau hearing tersebut dari Forum Umat Islam Blitar Raya. Dewan nantinya mempelajari surat tersebut. "Kami sedang koordinasi dengan ketua untuk menentukan langkah berikutnya," katanya, Senin (17/12).

Apabila nantinya diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai masalah tempat karaoke Brillian, jelas dia, dewan melakukan hearing. Pihaknya akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas bersama masalah tersebut. Termasuk pihak Maxi Brillian. "Rencananya hearing dilakukan besok (18/12)," terang politisi PKB ini.

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia