Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Demo Ricuh, Maxi Brillian Dituding Coreng Tempat Lahir Tokoh Bangsa

18 Desember 2018, 14: 17: 37 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Demo Ricuh, Maxi Brillian Dituding Coreng Tempat Lahir Tokoh Bangsa

BLITAR KOTA - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo di depan Mapolres Blitar Kota, Selasa (18/12). Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa  Islam Indonesia (PMII) tersebut berdemo menuntut ditutupnya tempat karaoke Maxi Brillian yang beberapa waktu lalu digerebek oleh Polda Jatim. 

Sekitar pukul 08.00, sejumlah mahasiswa langsung berkumpul di depan polres dan berorasi. Selama kurang lebih 30 menit berorasi suasana menjadi memanas. Aksi sempat ricuh karena mahasiswa memaksa ingin masuk ke mapolres.

Mahasiswa menginginkan salah satu perwakilan bisa masuk ke Polres dan berdialog. Namun, oleh aparat tidak diizinkan masuk. Saat itulah, sejumlah mahasiswa berusaha merangsek masuk namun aparat langsung menghadang hingga sempat terjadi aksi saling dorong. "Ya, ada beberapa mahasiswa kami sempat ada yang didorong hingga kontak fisik dengan petugas," kata Koordinator Aksi Saifudin, kepada Jawa Pos Radar Blitar, Selasa (18/12). 

Kontak fisik mereda setelah Kabag Ops Polres Blitar Kota AKP Hari Sutrisno menenangkan mahasiswa dan anggotanya. Polres langsung meminta maaf atas tindakan anggota yang sempat mendorong karena berusaha menghalau mahasiswa agar tidak masuk ke markas komando (mako).

"Kami sudah minta maaf langsung kepada mahasiswa. Tidak ada kontak fisik (memukul) hanya saling dorong saja," ujar polisi tinggi besar ini. 

Polisi lantas menenangkan mahasiswa. Dan meminta mahasiwa untuk melanjutkan aksinya di tempat lain sesuai kesepakatan izin. "Sebenarnya izin awal itu orasi hanya sebentar di mapolres dan tidak ada dialog dengan kami. Tapi, tiba-tiba mereka minta dialog sehingga kami cegah karena diluar kesepakatan. Izinnya itu di Kantor wali Kota dan Kantor DPRD," kata periwira berpangkat tiga balok di pundak ini. 

Setelah berorasi di depan mapolres Blitar Kota, massa aksi bergerak ke Kantor Wali Kota Blitar. Mereka melakukan aksi di depan kantor wali kota Blitar. Tidak lama, kenudian massa bergeser ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. 

Mereka lantas berorasi di simpang empat LOVI depan Kantor DPRD Kota Blitar tersebut. Tampak sejumlah mahasiswa lain berdiri membawa poster tulisan.

"Tuntutan kami, intinya meminta untuk menutup tempat karaoke atau tempat hiburan yang sudah melangar peraturan pemerintah daerah. Jangan sampai Blitar yang menjadi daerah lahirnya tokoh bangsa ini tercoreng oleh aksi maksiat," jelas Saifudin dengan tegas. 

Setelah sekitar 30 menit menggelar orasi, perwakilan mahasiswa tersebut diizinkan masuk ke gedung Paripurna DPRD Kota Blitar. Kebetulan pada saat bersamaan, ada agenda hearing soal tindak lanjut tempat karaoke Maxi Brillian antara anggota dewan dengan sejumlah ormas Islam se-Kota Blitar sekitar pukul 09.30. 

(rt/kan/abd/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia