Sabtu, 23 Mar 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Bocah SD Mengaku Jika Tidak Mencuri Akan Disiksa Anggota Punk Jalanan

18 Desember 2018, 14: 36: 12 WIB | editor : Didin Cahya FS

Bocah SD Mengaku Jika Tidak Mencuri Akan Disiksa Anggota Punk Jalanan

TULUNGAGUNG- Niat AR bocah kelas V sekolah dasar (SD) obok-obok rumah Agus Santoso, 56, warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Selasa (18/12) sekitar pukul 02.00 dini hari gagal. Agus Santoso terbangun dari tempat tidur dan menangkap basah AR berada didalam rumah.

Setelah dilakukan penanangkapan oleh pemilik rumah, maling cilik itu langsung di serahkan kepada pihak Polsek Boyolangu guna tindak lanjut, hingga proses hukum yang berlaku.

Saat di temui, kemarin (18/12) di Polsek Boyolangu, AR mengaku hendak mencuri telepon genggam di rumah warga Desa Kepuh yang sudah menjadi incarannya. "Itu saya lakukan karena dipaksa anak Punk yang biasa nongkrong di simpang empat Jepun" jelasnya.

Menurut AR, upaya pencurian yang dilakukan kali ini merupakan aksi kali kedua, setelah sebelumnya melakukan tindakan serupa di wilayah Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, dengan memilih waktu yang sama yakni dini hari. "Di Plosokandang juga disuruh, tapi upaya untuk mengambil telepon genggam itu tidak berhasil," ungkapnya.

Dia mengaku, tindakannya yang dilakukan tersebut lantaran takut di siksa, seperti di pukuli oleh anggota punk lainnya jika tidak melakukan pencurian sesuai perintahnya. "Saya takut dengan cah gede-gede (orang dewasa), kalau tidak mau nuruti akan di pukuli," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Boyolangu AKP Pudji Widodo menanggapi hal tersebut mengaku telah mendapat laporan dari salah satu warga, saat ini AR berada di Mapolsek Boyolangu. "Kami mendapat laporan, dan membawa pelaku, saat ini pelaku berada di Mapolsek," jelasnya.

Dia menjelaskan, kejadian itu berawal saat AR pergi ke rumah korban dengan dua anak punk lainnya, rumah tersebut sudah menjadi incaran, lantas AR masuk melalui cendela. "AR ini disuruh mengambil telepon genggam, tapi akhirnya ditangkap pemiliknya didalam rumah," ungkapnya.

Dia mengaku, saat ini AR diserahkan kepada pihak keluarga, agar dilakukan pembinaan sehingga tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari. "Sama orang tua lebih memperhatikan pergaulan anaknya," ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia