Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Ini Kesepakatan DPRD dan Forum Umat Islam Terkait Kasus Maxi Brillian

18 Desember 2018, 21: 24: 00 WIB | editor : Didin Cahya FS

SEPAKAT : Forum Umat Islam saat dengar pendapat dengan DPRD Kota Blitar.

SEPAKAT : Forum Umat Islam saat dengar pendapat dengan DPRD Kota Blitar. (MUHAMMAD SUBCHAN/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Permintaan Forum Umat Islam Blitar Raya untuk dengar pendapat kejelasan izin usaha tempat karaoke Maxi Brillian dikabulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. Selasa (18/12), sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Blitar mendatangi Kantor DPRD Kota Blitar untuk hearing.

Hearing yang dimulai sekitar pukul 09.30 tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto. Di dampingi sejumlah ketua fraksi serta ketua komisi. Selama kurang lebih dua jam, hearing berlangsung alot. 

Hasilnya, dewan sepakat agar kafe dan tempat karaoke Maxi Brillian ditutup sementara. Sembari Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar mengkaji ulang dokumen izin usaha Maxi Brillian. Ada empat fraksi yang menyatakan sepakat penutupan kafe dan karaoke yang berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul tersebut. "Yakni fraksi PDI, fraksi PKB, fraksi Indonesia raya adil sejahtera dan persatuan pembangunan karya demokrat," kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Totok Sugiarto, kepada wartawan usai hearing di kantor DPRD Kota Blitar, Selasa (18/12). 

Totok mengatakan, dewan menyepakati penutupan tempat Karaoke Maxi Brillian tersebut berdasarkan hasil diskusi bersama sejumlah ormas Islam tersebut. Pada intinya, tempat hiburan ataupun tempat karaoke yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan atau menyimpang harus ditindak tegas yakni dengan ditutup. "Entah itu nanti dicabut izinnya oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, yang pasti tindakan selanjutnya bisa ditutup," terang politisi PKB ini. 

Sebagai tanda sepakat, anggota dewan dan sejumlah ormas yang hadir bersama membubuhkan tanda tangan di atas kain putih. Potongan kain sepanjang sekitar lima meter itu menjadi bukti bahwa dewan dan forum umat Islam sepakat Maxi Brillian ditutup. 

Apalagi, kata dia, ini mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru 2019. Jadi, tempat hiburan harus ditutup sementara demi kondusivitas. "Pemkot harus bertindak tegas. Jika ditemukan hal menyimpang di tempat hiburan harus ditutup," katanya. 

Sementara itu, Ketua Forum Umat Islam Blitar Raya Akbar Harir mengapresiasi keputusan dewan dalam hearing tersebut. Yakni bahwa dewan juga sepakat tempat karaoke Maxi Brillian ditutup sementara sampai menunggu kejelasan status hukum. "Ya, dewan sudah menyepakati aspirasi kami yakni penutupan sementara Maxi Brillian. Kami minta pemerintah juga bertindak tegas dalam hal ini," ungkapnya usai membubuhkan tanda tangan. 

Selama hearing tersebut, sejumlah aparat polisi dan Satpol PP berjaga-jaga. Ada yang di dalam area kantor DPRD dan diluar kantor. Pada saat bersamaan, sejumlah mahasiswa juga menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Blitar. Mereka menuntut agar tempat karaoke Maxi Brilillan segera ditutup karena sudah menyimpang dari aturan.

(rt/abd/kan/did/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia