Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono, Serahkan Bantuan Bus ke UNITA

18 Desember 2018, 23: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

DEDIKASI TINGGI: Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono (tengah), didampingi Rektor UNITA Eko Sugiono, dan Ketua Yayasan UNITA Alvin Halim, saat serah terima bus, Selasa (18/12).

DEDIKASI TINGGI: Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono (tengah), didampingi Rektor UNITA Eko Sugiono, dan Ketua Yayasan UNITA Alvin Halim, saat serah terima bus, Selasa (18/12). (RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG - Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan (PDIP), Budi Yuwono, serahkan bantuan satu unit bus kepada Universitas Tulungagung (UNITA) Selasa (18/12). Diharapkan dengan bus yang memiliki kapasitas 26 tempat duduk itu bisa mendukung kegiatan akademis di kampus tersebut.

Proses serah terima bus dari pos anggaran di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ini ditandai dengan pemotongan pita oleh anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yowono, didampingi Rektor UNITA Eko Sugiono, Ketua Yayasan UNITA Alvin Halim, serta disaksikan mahasiswa, dosen, maupun pegawai tata usaha.

“Bantuan bus untuk kampus merupakan upaya nyata dalam mengembangkan dunia pendidikan di perguruan tinggi,” terang Rektor UNITA Eko Sugiono saat memberikan sambutan.  

Dia mengaku akan menggunakan bus semaksimal mungkin untuk mahasiswa, dosen, atau lainnya, yang masih terkait dengan kegiatan kampus. Sebab, selama ini menggunakan mobil inventaris kampus masih terbatas.

Dengan bantuan bus, berarti sudah terjawab usulan dari UNITA tiga tahun lalu ketika anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yowono, masih berada di komisi V.

AKRAB: Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono (tengah), bersama mahasiswa dan dosen dari UNITA.

AKRAB: Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono (tengah), bersama mahasiswa dan dosen dari UNITA. (RADAR TULUNGAGUNG)

Di tempat sama, anggota komisi IX DPR RI dari PDIP, Budi Yuwono menjelaskan, sudah berbagai bantuan digelontorkan pemerintah pusat ke Kota Marmer ini. Termasuk empat lokasi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di kampus, desa, maupun pondok pesantren (ponpes).

Selain itu, Jembatan Ngujang II sudah dibangun. Diperikirakan Januari mendatang akan tuntas. “Jembatan Ngujang II ini usulan sejak sepuluh tahun lalu, tahun 2018 terealisasi,” ungkap ungkap pria lulusan kampus di Belanda ini.

Bahkan, sejumlah jalan menuju ke tempat wisata secara perlahan sudah mendapatkan perhatian sehingga memudahkan akses wisatawan.

Nanti, sesuai dengan program Presiden Jokowi, fokus untuk pemberdayaan. Termasuk lokasi sasaran di ponpes. “Ada program balai latihan kerja (BLK) untuk ponpes. Di Tulungagung direncanakan ada dua ponpes dapat bantuan berupa peralatan dan pendampingan,” tandas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Jawa Timur, yakni Tulungagung, Kota dan Kabupaten Kediri, serta Kota dan Kabupaten Blitar ini.

Dengan bantuan tersebut, tentu diharapkan ada sinergi antara pihak kampus dan ponpes agar sasaran pembangunan lebih optimal.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia