Rabu, 11 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Janda Satu Anak Jadi Tersangka Baru Kasus Ujaran Kebencian ke Polisi

19 Desember 2018, 09: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ilustrasi

ilustrasi

 TULUNGAGUNG - Dari hasil rekam digital kasus ujaran kebencian dan fitnah di akun Facebook Puji Ati yang dikelola Rohmad Koerniawan alias Wawan, 38, warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, polisi seret tersangka baru. IGP, wanita asal Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, ini resmi menyandang status tersebut setelah sebelumnya sebagai saksi.

Diduga kuat peran janda anak satu itu sebagai penyuplai data kepada pengelola akun Facebook Puji Ati untuk diungguh. “IGP dulu saksi, kini tersangka. Butuh proses panjang penetapan itu. Data-data keluar dari laboratorium forensik Polda Jawa Timur kembali kami klasifikasikan. Hasilnya, ada bukti peran IGP,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijad Priyambodo Selasa (18/12).

Selain itu, untuk memperkuat bukti, tim penyidik lakukan gelar perkara Jumat (14/12) lalu. Ternyata IGP terbukti memenuhi unsur pasal 55 KUHP terkait penyertaan dalam tindak pidana. Bahkan, IGP diduga sengaja menyebarkan berita bohong dan fitnah yang diatur di pasal 45 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “IGP tidak ditahan karena ancaman hukuman maksimal empat tahun,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, adapun data IGP diberikan kepada Wawan untuk diuggah di akun Facebook itu, terkait pencemaran terhadap nama baik Devries Gatot Santoso, 34, anggota Polri berdinas di Polsek Sumbergempol. “Devries telah melaporkan resmi ke Polres Tulungagung pada Rabu (5/12) silam dan telah mendapatkan nomor register LP/229/XII/2018/Jatim/Res Tulungagung,” ungkapnya.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia