Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Lempar Batu ke Polisi, Dua Curanmor Didor

21 Desember 2018, 14: 25: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KAPOK ATAU TIDAK: Polisi menginterogasi kedua pelaku curanmor ketika rilis pers di Mapolres Trenggalek.

KAPOK ATAU TIDAK: Polisi menginterogasi kedua pelaku curanmor ketika rilis pers di Mapolres Trenggalek. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

 TRENGGALEK - Agus Miftahudin, warga Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan, Surabaya dan Muhamad Yoyon, warga Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, harus dipapah polisi ketika berjalan menuju halaman Polres Trenggalek. Kedua pelaku curanmor itu didor polisi karena saat hendak ditangkap, mereka melawan. Diduga mereka mencuri motor milik Didik Prasetyo, warga Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, di area kantor Dinas Perikanan Trenggalek.

Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti (BB) berupa BPKB sepeda motor Suzuki Satria nopol AG 4815 ZW milik korban beserta sepeda motor yang dicuri, satu unit sepeda motor Honda CB125 yang digunakan pelaku beraksi, serta satu buah tas yang digunakan pelaku untuk menyimpan berbagai alat keperluannya saat beraksi. Kini Satreskrim Polres Trenggalek terus lakukan penyidikan mengenai kemungkinan banyaknya korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Trenggalek, kejadian tersebut bermula pada Selasa (18/12). Kala itu sekitar pukul 07.00, korban memarkir sepeda motor miliknya di area kantor dinas perikanan dan ditinggal bekerja. Namun ketika akan pulang sekitar pukul 16.30, korban kaget. Sebab kendaraan yang diparkir di tempat tersebut tidak ada. “Mengetahui kendaraannya hilang, korban langsung mencari. Karena tidak ketemu, korban langsung melapor,” ungkap Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, berbekal laporan tersebut, polisi menyelidiki. Pada Rabu (19/12), polisi mengetahui identitas pelaku hingga tempat persembunyiannya. Tidak ingin buronan kabur, polisi langsung ke lokasi dan meringkus. “Sekitar pukul 03.00 hari itu (Rabu, 19/12, Red), kami langsung memburu pelaku di tempat persembunyiannya. Yaitu di salah satu warung di Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung,” katanya.

Namun ketika hendak dibekuk, pelaku kabur dan memberi perlawanan dengan melempari petugas dengan batu. Bukan hanya itu, untuk menghilangkan jejak, pelaku langsung membuang kunci letter T ke Sungai Brantas. Karena tidak ingin buronannya kabur, petugas langsung menghadiahi mereka berdua dengan timah panas.

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia