Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Sekolah Tak Bisa Seenaknya Rekrut GTT/PTT

25 Desember 2018, 12: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

JANGAN GAMPANG REKRUT: Seorang guru mengajar di kelas yang nantinya jika ada kekurangan proses perekrutan GTT, harus mengetahui disdikpora.

JANGAN GAMPANG REKRUT: Seorang guru mengajar di kelas yang nantinya jika ada kekurangan proses perekrutan GTT, harus mengetahui disdikpora. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

 TRENGGALEK – Kepala sekolah tingkat SD/SMP negeri di wilayah Kota Keripik Tempe tidak bisa seenaknya merekrut guru tidak tetap (GTT) atau pegawai tidak tetap (PTT) baru. Pasalnya, proses rekrutmen tenaga tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek.

Alasannya, proses efisiensi pegawai maupun anggaran serta mengetahui porsi di setiap sekolah. Sebab dimungkinkan ada beberapa sekolah yang merekrut berlebihan. Padahal jumlah tenaga di lembaga tersebut, baik guru maupun tenaga kependidikan, sudah terpenuhi alias cukup. “Sistem seperti itu sudah mulai kami lakukan tahun ini sehingga diharapkan jumlah GTT maupun PTT yang ada tidak terjadi pembeludakan,” ungkap Kepala Disdikpora Trenggalek Kusprigianto.

Dia melanjutkan, proses dilakukan melalui tahapan calon GTT atau PTT mengajukan pendaftaran ke sekolah. Setelah itu, jika sekolah menganggap memerlukan tenaga yang bersangkutan, melaporkan ke disdikpora untuk mengetahui bagaimana kebutuhan porsi pegawai yang ada. ”Itu kami lakukan demi porsi kebutuhan guru di sekolah bisa relevan dan mempermudah untuk didata. Sebab kalau hanya lewat sekolah, pendataannya akan sulit,” katanya

Jika tenaga sekolah tersebut sudah terpenuhi seperti di SDN, maka disdikpora tidak akan menyetujuinya. Itu juga berlaku bagi ijazah yang bersangkutan tidak relevan dengan posisi yang akan diampu. Nanti, penerapan sistem tersebut bisa membantu memaksimalkan pemberian hak-hak kepada GTT dan PTT, pemberian insentif yang saat ini telah dilakukan, dan akan dilakukan 2019 mendatang. “Semoga saja itu bisa dilakukan sehingga dengan peningkatan kesejahteraan bagi GTT dan PTT, bisa membuat mereka lebih semangat bekerja lagi,” jelas Kusprigianto. 

(rt/zak/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia