Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Pil Koplo Tak Diminati, Tahun 2018 Marak Sabu, Bekuk Lima Jaringan

27 Desember 2018, 21: 10: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MUSNAHKAN: Pemusnahan barang bukti narkoba di BNNK Tulungagung.

MUSNAHKAN: Pemusnahan barang bukti narkoba di BNNK Tulungagung. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG - Lima jaringan narkotika dan obat atau bahan berbahaya (narkoba) diungkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tulungagung selama 2018.

Meski demikian, ada peningkatan kasus pengungkapan jaringan narkoba dibandingkan tahun lalu hanya satu jaringan.

“Haltersebutjugakitalakukan koordinasidenganBNNProvinsi Jawa Timur,”ungkapKepala BNNK TulungagungAKBPDjoko Purnomo

Tidak hanya bisa menangkap pengedar biasa, beberapa bandar narkoba di Tulungagung berhasil dibekuk, seperti di wilayah Ringinpitu dan Rejotangan. “Bandar ini yang menyuplai narkoba jenis sabu kepada sejumlah pengedar,” jelasnya.

Dari hasil ungkapan BNNK Tulungagung, narkoba jenis sabu justru lebih dominan beredar dari pada pil koplo di wilayah Tulungagung. “Dulu pil koplo mudah beredar karena murah. Kini sabu yang justru marak,” ungkapnya Rabu (27/12).

Hasil pengungkapan tahun 2018, jika dirinci sebanyak 10 gram sabu, bong, serta perlengkapan lainnya senilai Rp 20 juta, kemarin dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman BNN Tulungagung.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 12 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Itu telah diputus berdasarkan vonis Pengadilan Negeri Tulungagung.

Dia berharap, tahun 2019 mendatang jumlah kasus penyalah gunaan narkoba menurun. Sebab, terus sosialisasi tentang bahaya penyelewengan dan penyalahgunaan narkoba, terutama untuk kalangan pelajar.

Berdasarkan datadimilikiBNNK Tulungagung, pengedar lebih menyasar para pelajar di setiap wilayahdi Kota Marmer.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia