Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Lukis Pakai Media Biskuit, Ajarkan Berkreasi dan Latih Motorik Anak

30 Desember 2018, 07: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

IMAJINASI: Lukisan menggunakan media biskuit karya anak-anak.

IMAJINASI: Lukisan menggunakan media biskuit karya anak-anak. (wHENDY GIGIH P/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Melukis tidak harus di atas kanvas. Masih banyak media lain yang bisa digunakan. Tak terkecuali biskuit atau roti. Seperti yang dilakukan anak-anak dalam salah satu komunitas bermain dan belajar Padang Jingglang. Anak-anak melukis menggunakan media biskuit yang tentunya bisa dikonsumsi.

Anak-anak yang mayoritas merupakan siswa tingkat dasar, berkumpul sesuai instruksi pendamping. Selanjutnya, mereka mendapatkan beberapa keping biskuit yang sudah disiapkan. Anak-anak pun mulai melukis di salah satu sisi biskuit berbentuk lingkaran itu.

Untuk melukisnya, para pendamping sudah menyiapkan fondant icing yang aman untuk dikonsumsi. Ada berbagai pilihan warna. Di antaranya kuning, cokelat, biru, ungu, merah, dan lain sebagainya. Agar lebih mudah, fondant icing dimasukkan dalam kantong plastik kecil yang bagian ujungnya diberi lubang kecil. Anak-anak cukup menekannya dengan tangan dan mulai melukis biskuit.

Setelah biskuit selesai dilukis, tahap selanjutnya dimasukkan ke dalam oven. Cukup sekitar lima menit, fondant icing sudah kering dan biskuit terlihat lebih menarik.

Menurut Anang Prasetyo, salah seorang pendamping yang juga koordinator, kegiatan melukis biskuit itu bukan hanya untuk keceriaan anak-anak. Ini juga berfungsi untuk pembelajaran yang dikemas menyenangkan sehingga anak lebih tertarik. Dengan melukis biskuit itu, nilai kreativitas anak menjadi terpacu. “Mereka akan lebih mudah berpikir kreatif dan menciptakan hal baru yang belum pernah ada,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, anak akan berpikir, media pembelajaran seni rupa atau seni lukis bukan hanya terbatas dengan pensil, spidol warna, dan cat. Namun masih banyak benda lain yang bisa dimanfaatkan. Seperti biskuit dan fondant icing warna-warni. “Manfaat paling utama yakni melatih motorik anak,” kata Anang.

Guru kesenian SMKN 1 Boyolangu itu melanjutkan, manfaat lain yang bisa diperoleh yakni kebersamaan. Meski ketika proses melukis dilakukan secara individu, untuk keseluruhan tetap bersama-sama. “Jadi tidak ada menang atau pun kalah. Semua adalah yang terbaik,” imbuhnya. 

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia