Jumat, 06 Dec 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Tips Memilih dan Menggunakan Kosmetik

30 Desember 2018, 11: 25: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TAMPIL CANTIK: Seorang wanita saat wajahnya dirias menggunakan beragam perlengkapan kosmetik berkualitas.

TAMPIL CANTIK: Seorang wanita saat wajahnya dirias menggunakan beragam perlengkapan kosmetik berkualitas. (RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung masih cukup sering menerima laporan masyarakat terkait penggunaan kosmetik yang tidak terdaftar. Akibatnya, wajah si pemakai bukan menjadi lebih cantik, tapi justru muncul bercak hitam.

Kasi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinkes Tulungagung Masduki menyatakan, keluhan masyarakat setelah memakai kosmetik (yang tidak terdaftar, Red), masih saja ada. Anehnya, tidak sedikit masyarakat, khususnya kaum hawa yang suka membeli kosmetik yang tidak terdaftar. Bahkan, kosmetik dianggap sebagai obat. “Kosmetik bukan obat. Waspadalah, banyak penyalahgunaan bahan berbahaya pada kosmetik untuk menghasilkan efek instan,” ungkapnya.

Definisi kosmetik sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 poin 1 Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1175/Menkes/Per/VIII/2010 tentang Izin Produksi Kosmetika, yaitu bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia. Misalnya epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian luar. Bisa juga gigi dan membran mukosa mulut, terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan memperbaiki bau badan atau pun melindungi dan memelihara tubuh pada kondisi baik.

Masduki mengatakan, ada beberapa cara sederhana atau tips yang bisa dilakukan untuk memilih kosmetik. Di antaranya memastikan kemasan dalam kondisi baik (tidak rusak, Red). Kemudian, memeriksa kelengkapan label seperti nama dan alamat perusahaan, kegunaan dan cara penggunaan serta tanggal kedaluwarsa. Cara lain yakni memilih kosmetik yang telah berizin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupa nomor notifikasi serta jangan menggunakan kosmetik yang telah kedaluwarsa. “Jadi, pastikan ada izin edar resmi dari BPOM dan tidak kedaluwarsa,” katanya.

Sedangkan untuk memakai kosmetik, lanjut Masduki, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya tidak memakai kosmetik milik orang lain secara sembarangan. Sebab, kosmetik belum tentu cocok. Jika tidak cocok, pasti menimbulkan efek yang kurang bagus. Selain itu, hati-hati terhadap produk kosmetik palsu atau tiruan. “Segera hentikan pemakaian kosmetik dan hubungi dokter jika terjadi efek samping,” jelasnya.

Andria Ali, salah seorang make-up artist (MUA) mengatakan, dia juga pernah salah memilih kosmetik. Sebab, kosmetik yang dibeli ternyata tidak asli alias KW. Selain itu, lokasi membeli juga seadanya, tidak di konter resminya. Akibatnya, kulit justru terasa panas.

Menurut Andria, untuk memilih kosmetik yang baik termasuk membedakan palsu dan asli, paling aman membeli di konter resminya. Perlengkapan kosmetik dengan kualitas asli selalu disegel dengan baik dan tidak ada tester. Kalaupun ada, itu hanya disediakan di konter asli. “Harga memang lebih mahal. Tapi kualitas dan kemanan lebih terjamin,” jelasnya.

Apabila memakai perlengkapan kosmetik palsu, misalnya eyeshadow, blush on, atau lipstick, biasanya warna akan cepat hilang atau memudar dan lain sebagainya. Parahnya, kulit bisa terasa perih hingga iritasi. “Itu salah satu risikonya. Kosmetik palsu juga tidak bisa dipakai untuk merias karena lebih licin,” jelas warga Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan itu.

Hal lain yang harus diperhatikan, lanjut wanita yang sudah cukup ahli merias itu, yakni kemasan kosmetik. Pastikan segel masih utuh, terdapat nomor ntifikasi BPOM, belum kedaluwarsa, alamat produsen jelas, dan lain sebagainya.

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia