Rabu, 29 Jan 2020
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Mengerikan, Rekonstruksi 36 Adegan, Ungkap Kronologi Kematian Ibu Muda

31 Desember 2018, 14: 10: 08 WIB | editor : Didin Cahya FS

REKONTRUKSI: Arif Yudianto saat melakukan pembunuhan kepada tetangganya Siti Umu Hani.

REKONTRUKSI: Arif Yudianto saat melakukan pembunuhan kepada tetangganya Siti Umu Hani. (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Tersangka Arif Yudianto,  pembunuh ibu muda Siti Umu Hani, peragakan 36 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan dan pencurian, Senin (31/12). Rekonstruksi digelar satuan reserse (Reskrim)  Polsek Rejotangan dan Reskim Polres Tulungagung. 

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 10.30 yang digelar di depan ruangan Reskrim Polres Tulungagung.  Rokontruksi yang dilakukan itu sesuai dengan pengakuan tersangka dan keterangan saksi. 

Dalam rekonstruksi tersebut,  tersangka memeragakan pembunuhan terhadap korban Siti Umu Hani yang tidak lain tetangganya sendiri. 

Kapolres Tulungagung  AKBP Tofik Sukendar, melalui KBO Reskrim  AKP Suwoyo mengatakan,  rekosntruksi yang dilakukan sebanyak 36 adegan,  mulai awal perencanaan pembunuhan sampai membawa kabur motor milik korban. "Total 36 adegan,  dari proses pembunuhan dan pencurian kendaraan motor milik korban, " jelasnya. 

Menurut dia, rekonstruksi dilakukan di Mapolres Tulungagung untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Tidak ada penemuan fakta baru dari rekontruksi yang telah dilakukan itu.  "Ya menghindari hal yang tidak diingkan kami lakukan di Polres,  kalau di tempat kejadian perkara nanti tidak kondusif," ujarnya. 

Dia menjelaskan, jika pemukulan yang dilakukan tersangka dengan menggunakan linggis secara berulang kali,  mulai dari tengkuk sebanyak lima kali,  serta leher hingga rahang empat kali.  "Kalau di tengkuk lima kali itu empat di luar satu di dalam," ujarnya.

Di singgung mengenai bagian yang mematikan aksi keji yang dilakukan tersangka yakni penyekapan dengan menggunakan keset setelah dilakukan pemukulan berulang kali. "Dilakukan pemukulan berulang kali itu sebenarnya korban belum meninggal,  masih bergerak,  namun tersangka mengambil keset dan di sekap di bagian wajah dengan cara menindih tubuh korban, " ungkapnya. 

Pria bertubuh tegap itu menegaskan, jika dua hari setelah kejadian itu pihaknya sudah mencurigai tersangka,  dan sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali sebagai saksi.  "Saat pertama keterangan itu mengelak,  justru menuduh salah seorang tetangganya,  yang kedua kami datangkan lagi tersangka dengan yang di tuduh itu, " ujarnya. 

Dia menyatakan, sasaran awal motor yang hendak di curi adalah milik kakak korban yang rumahnya berdampingan dengan rumah korban.  Namun,  aksi tersebut di ketahui oleh oleh korban.  "Tiga hari sebelum pembunuhan dilakukan itu sebenarnya ingin mencuri motornya kakak korban, dan akhirnya di pergoki, setelah itu punya niatan untuk membunuh korban karena malu jika tersebar info itu, setelah berhabis menghabisi nyawa korban,  baru punya niatan mengambil motor milik korban," jelasnya. 

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia