Rabu, 26 Feb 2020
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Rawat Bebek Peking, Beri Vitamin, dan Waspada Perubahan Cuaca

01 Januari 2019, 05: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

PEDAGING: Memelihara bebek harus benar-benar teliti. Asupan vitamin dan makanan wajib dijaga agar menghasilkan bebek berkualitas.

PEDAGING: Memelihara bebek harus benar-benar teliti. Asupan vitamin dan makanan wajib dijaga agar menghasilkan bebek berkualitas.

 TULUNGAGUNG-Berbagai jenis usaha bisa menjadi pilihan warga Kota Marmer. Salah satunya beternak bebek. Hewan yang termasuk jenis unggas itu ternyata tidak hanya bisa diambil telurnya. Daging bebek juga sudah banyak disuka untuk diolah menjadi beragam kuliner yang lezat.

Ternyata, beternak bebek untuk petelur dan pedaging berbeda. Sebagaian orang lebih tertarik dengan bebek untuk pedaging. Yakni tidak diambil telur melainkan daging, seperti layaknya ayam potong. Jenis bebek pedaging dikenal dengan nama bebek peking. “Kata orang-orang ini berasal dari daerah peking di Tiongkok,” ungkap Sali salah seorang peternak bebek peking.

Beternak bebek peking sama dengan bebek lokal. Perbedaan hanya postur tubuh. Bebek peking lebih besar dan daging lebih banyak. Menariknya, bebek peking sudah bisa dijual mulai baby atau dikenal dengan sebutan dod. Tentunya ukuran dod harus dibesarkan lagi sebelum akhirnya siap disembelih untuk dimabil dagingnya.

Bebek peking ukuran dod, dihargai mulai Rp 65 ribu per ekor. Kebanyakan pembeli dod bebek peking dari daerah Ngawi, Ponorogo, dan sekitarnya. Sedangkan untuk bebek peking siap potong yakni usia sekitar satu bulan ataupun 40 hari, dihargai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogramnya. Untuk bebek siap potong lebih banyak diambil pedagang lokal.

Ditanya estimasi pakan, Sali mengatakan dalam sehari butuh biaya sekitar Rp 25 ribu. Itu untuk 100 ekor bebek. Selain pakan, bebek juga butuh vaksinasi. Pemberian vitamin tidak terlalu sering. Namun demikian tetap wajib diberikan, terlebih saat cuaca ekstrem. “Vitamin Rp 75 ribu bisa untuk dua minggu. Ada juga vitamin Rp 250 ribu untuk 250 ekor bebek,” ungkap warga Desa Gebang, Kecamatan Pakel itu.

Beternak bebek, lanjut pria ramah itu, bukan berarti tidak ada risiko yang dihadapi. Selain penyakit, harga pakan yang naik turun juga membuat peternak susah. Tidak jarang harus merugi. Faktor cuaca menjadi hal utama yang harus diwaspadai. Terlebih bebek suka dengan air. Ketika cuaca tidak menentu misalnya pagis siang panas, tapi malam hari dingin, bebek bisa terserang penyakit. jika tidak segera ditangani, bisa mati. Karena itulah perlu memberikan vitamin yang bagus.

Bagaimana untuk menjaga kualitas bebek peking? Sali menjawab harus memilih indukan yang tepat. Yakni real peking atau f1. Hal lain yakni perawatan dod. Ketika sejak awal perawatan sudah salah, bebek menjadi kurang berkualitas.

Kebersihan kandang juga penting. Tempat makan dan minum bebek diletakkan berjauhan. Tujuannya agar bebek mau berjalan, yakni setelah makan kemudian minum. Lokasi kandang usahakan bisa mendapat sinar matahari langsung saat pagi dan sore. Ini untuk member kesempatan kepada bebek untuk berjemur dan mengurangi kelembapan kandang. Jika terlalu lembab, juga bisa menimbulkan penyakit. “Saat udara dingin, bebek bisa dihangatkan menggunakan kompor khusus. Untuk dod biasanya pakai sinar lampu,” jelasnya.

(rt/whe/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia