Rabu, 17 Jul 2019
radartulungagung
icon featured
Tulungagung

Manfaat ASI Eksklusif untuk Si Kecil

01 Januari 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

MENYUSUI: Anggia Eka Wardani memberikan ASI eksklusif kepada buah hati, Algata Reynando.

MENYUSUI: Anggia Eka Wardani memberikan ASI eksklusif kepada buah hati, Algata Reynando. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADARTULUNGAGUNG)

 TULUNAGGUNG- Bicara menyusui, semua ibu pasti ingin bisa memberikan ASI eksklusif pascabuah hatinya  lahir. Ibu, terutama yang baru pertama memiliki anak, biasanya masih bingung bagaimana memberikan ASI yang baik kepada si kecil. Tak sedikit juga yang masih belum paham soal ASI. Apa saja yang perlu diperhatikan soal ASI?

Setiap minggu pertama Agustus diperingati sebagai pekan ASI sedunia. Ini untuk memberikan dukungan kepada ibu-ibu agar aktif memberikan ASI eksklusif kepada si kecil. Karena manfaat yang didapat begitu penting bagi nutrisi si kecil.

Anggia Eka Wardani,ibu muda ini bertekad memberikan ASI eksklusif kepada putra semata wayangnya, Algata Reynando. Setidaknya hingga sang putra berusia 6 bulan. Menurut dia, pemberian ASI eksklusif merupakan langkah yang sehat, hemat, dan efisien.“Banyak manfaat dari ASI. Sehingga ingin memberikan ASI eksklusif,” tuturnya.

Emi Yuliati SpA membenarkan, ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, terutama usia 0 hingga 6 bulan. Selain itu, ASI juga lebih higenis jika dibandingkan dengan susu formula. Manfaat lain dari ASI adalah kandungan protein whey yang ada pada ASI, dapat membentuk kekebalan tubuh si kecil. ASI juga membantu bayi terhindar dari gangguan perut. Itu karena ASI mengandung protein antimikroba. Sehingga bayi tidak mudah terserang penyakit. Bayi yang mendapat ASI eksklusif selama enam bulan pertama lebih sehat dibanding dengan bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif. “Makanan terbaik bagi bayi di awal kehidupannya adalah ASI, tidak ada yang lain,” jelasnya.

Manfaat lain bagi sang ibu yang menyusui, dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara dan rahim. Dokter berambut pendek ini menambahkan, menyusui juga dapat mempererat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Memberikan dampak positif psikologis. Emi tak menampik jika masih ada keraguan ibu-ibu memberikan ASI eksklusif. Pasalnya, masih timbul beberapa mitos pada masyarakat berkaitan dengan ASI. Seperti mitos ketika menyusui, ibu hanya boleh mengonsumsi makanan hambar. Ini tidak benar. Karena ketika sedang menyusui, ibu harus lebih memperhatikan apa yang dikonsumsi. Terutama kandungan gizinya. Sehingga dapat memperlancar ASI dan tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan sang ibu dan si kecil.

Ketika sedang menyusui, sang ibu tidak boleh stres. Pasalnya akan berpengaruh terhadap produksi ASI. Untuk itu, dukungan dari suami dan keluarga dapat menjadi booster ASI. “Dukungan orang terdekat juga berpengaruh, terlebih bagi ibu-ibu yang sulit untuk memberikan ASI,” tandasnya.

Terakhir, dia mengimbau bagi calon ibu untuk tidak ragu memberikan ASI eksklusif. Karena manfaat yang didapat dari ASI tidak hanya bagi si kecil, tapi juga bagi sang ibu. 

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia