Sabtu, 20 Apr 2019
radartulungagung
icon featured
Blitar

Calon Pengantin Harus Bebas HIV/AIDS, Menikah Diatur lewat Perda

01 Januari 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

ILUSTRASI

ILUSTRASI

 BLITAR KOTA - Persyaratan pengurusan nikah bagi calon pengantin warga Kota Blitar bakal bertambah. Itu setelah nantinya pemerintah daerah mewajibkan calon pengantin mengantongi surat atau sertifikat bebas HIV/AIDS dari dinas kesehatan (dinkes).

 Persyaratan baru tersebut akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Kini ranperda tersebut masih digodog atau dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar. "Ya, ranperda sudah kami ajukan ke pimpinan. Insya Allah 2019 masuk propemperda," kata Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar Henry Pradipta Anwar.

Dia mengatakan, persyaratan sertifikasi HIV/AIDS itu diutamakan bagi warga yang akan menikah. Yang sebelumnya calon pengantin hanya menyertakan surat bebas tetanus, nantinya calon pengantin juga harus menyertakan sertifikat bebas HIV/AIDS. "Memang ini diutamakan yang akan nikah," kata politisi PDIP ini.

 Sertifikat tersebut, jelas dia, tidak hanya diperuntukkan bagi calon pengantin saja, tetapi juga bagi pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Pelaku LGBT wajib untuk mengantongi sertifikat tersebut. "Nanti dinkes yang akan mendatanya. Semua pelaku LGBT harus memilikinya," ujar pria ramah ini.

Cara memperoleh sertifikatnya, kata dia, nantinya harus melalui serangkaian tes kesehatan dan tes HIV/AIDS. Tes dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskesmas atau pun rumah sakit. "Untuk bagaimana prosedur secara detail, dinkes yang tahu. Semua diatur di perda tersebut," ujar Henry.

 Seperti diketahui, jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Blitar terus bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, jumlah ODHA sudah ditemukan sebanyak 18 kasus.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada 2017, yakni sebanyak 29 kasus. Rata-rata kasus HIV/AIDS itu ditemukan pada usia produktif. Paling banyak ditemukan pada laki-laki. Sejak ditemukan pada 2004, akumulasi ODHA sudah mencapai 160 kasus. 

(rt/kan/abd/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia