Senin, 21 Oct 2019
radartulungagung
icon featured
Ekonomi

Dana Desa Juga Untuk Peningkatan Sumberdaya Masyarakat

03 Januari 2019, 19: 46: 46 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Dirjen PPMD, Taufik Madjid, Direktur PMD, M. Fachri dan Rombongan di lokasi Kunker Presiden Jokowi di Alun2 Kab Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (03/01/2018)

Dirjen PPMD, Taufik Madjid, Direktur PMD, M. Fachri dan Rombongan di lokasi Kunker Presiden Jokowi di Alun2 Kab Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (03/01/2018)

TRENGGALEK – Infrastruktur tampaknya masih menjadi program andalan dalam realisasi pengelolaan dana desa(DD). Padahal, ada banyak bidang lain yang semestinya bisa diakomodir dan memiliki dampak yang tidak kalah urgen, semisal pengembangan sumberdaya masyarakat desa. 

Sebagaimana data dari  Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, sejak Dana Desa digulirkan tahun 2015 lalu, tercacat ada puluhan ribu kilo jalan desa, ratusan ribu meter jembatan, dan ribuan unit Pasar Desa, yang telah dibangun di seluruh penjuru nusantara.

Selain itu ada banyak kegiatan lain yang juga telah dilaksanakan, seperti dibidang BUMDes, pembangunan Embung, Bangunan Penahan Tanah dan kegiatan-kegiatan fisik lainnya dalam rangka menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Sedangkan dalam bidang peningkatan kualitas hidup masyarakat, tercatat  ribuan kegiatan dalam bidang pengelolaan air bersih, pembangunan  sarana drainase, PAUD, dan lain-lain yang juga bersumber dari dana desa. 

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Taufik Madjid, mengaku akan terus mensosialisasikan Permendes nomor 16 tahun 2018 tentang prioritas penggunaan dana desa.

Dengan maksud mewujudkan rencana besar pemerintah membangun Indonesia dari pinggiran. “ ini untuk memperkuat daerah-daerah dan Desa,” katanya disela-sela persiapan kunjungan kerja Jokowi di Trenggalek kemarin(3/1).

Diungkapkan dia, secara garis besar dalam Permendes Nomor 16 Tahun 2018 Tetang Prioritas Penggunaan Dana Desa disebutkan bahwasanya ada banyak bidang yang bisa dibiayai menggunakan Dana desa.

Selain soal infrastruktur, dana desa bisa dimanfaatkan untuk memfasilitasi produk unggulan masyarakat serta pemberdayaan masyarakat. Tentunya setelah dibahas atau disepakati dalam musyawarah desa. 

Pada konteks ini, pemerintah daerah memiiliki andil besar dalam melakukan control penggunaan dana desa. Disisi lain juga terselip sanksi jika pemerintah dalam hal ini organisasi perangkat daerah(OPD) terkait abai dalam prioritas penggunaan Dana Desa tersebut.

“Sesuai pasal 22, sanksinya mulai dari teguran tertulis sampai rekomendasi penundaan penyaluran dana desa kepada kemenkeu,” tegas dia.

Pihaknya berharap agar semua pihak, terutama Pemerintah ditingkat Desa dapat memedomani kebijakan penggunaan Dana Desa di Tahun 2019 ini. Sehingga tujuan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa,  menanggulangi kemiskinan dan disfaritas sosial serta meningkatkan  pelayanan publik di Desa, bisa diwujudkan. 

Hal senada juga disampaikan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, Muhamad Fachri. Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 16 Tahun 2018, pasal 4 adalah dimaksudkan untuk memberikan pedoman bagi Desa agar Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. 

Dalam konteks ini, lanjut Fachri, Dana Desa diutamakan untuk membiayai bidang pelayanan sosial dasar yang berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Artinya, Dana Desa juga diprioritaskan untuk  membiayai kegiatan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat, baik dalam penerapan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi tepat guna, dan temuan baru untuk kemajuan ekonomi dan pertanian masyarakat Desa dengan mendayagunakan potensi dan sumberdayanya sendiri. 

Selain itu, Fachri mengingatkan agar  penggunaan Dana Desa wajib dipublikasikan secara transparan dan akuntabel. "Publikasi penggunaan Dana Desa harus dilakukan oleh Pemerintah Desa di ruang publik sebagai bentuk pertangung jawaban kepada masyarakat", pungkasnya. 

(rt/muh/ang/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia