Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Retno Sarilita Santosaningtyas Sulap Kain Goni Bernilai Ekonomis

Kini Buka Lapangan Pekerjaan

08 Januari 2019, 01: 05: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

KREATIF : Retno Sarilita Santosaningtyas di antara buah karyanya. Dia memanfaatkan goni menjadi aneka tas dan kerajinan lain yang menarik.

KREATIF : Retno Sarilita Santosaningtyas di antara buah karyanya. Dia memanfaatkan goni menjadi aneka tas dan kerajinan lain yang menarik. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RADARTULUNGAGUNG)

 Bermula dari hobi dijadikan bisnis,  menjadi dambaan setiap orang, tak terkecuali Retno Sarilita Santosaningtyas.  Hobinya membuat kerajinan tangan (handycraft) yakni memanfaatkan kain goni menjadi tas, kini berkembang menjadi bisnis sukses. Bahkan dia mampu membuka lapangan pekerjaan bagi wanita di sekitarnya.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Gulungan kain goni dan benang tampak berserakan di ruang gallery Retno Sarilita Santoningtyas yang beralamat di jalan Panglima Sudirman gang VIII/23 Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung.  Tampak di salah satu sudut ruangan aneka kerajinan tangan (handycraft) seperti tas tangan, sling bag, dan aneka kerajinan lain ditata rapi di dalam sebuah rak kaca. Tak jauh dari sana seorang wanita berbaju batik tengah asyik menyulam kain goni untuk dijadikan tas cantik. “Mari masuk, ini sedang menyelesaikan sulaman tas pesanan seorang teman,” sambutnya ramah.

Wanita yang akrab disapa Era ini merupakan seorang perajin handycraft di Tulungagung. Kepada koran ini dia pun menceritakan perjalanan hobinya hingga menjadi sebuah bisnis serius. Era mulai tekuni hobinya sekitar tahun 1990. Kala itu dia mulai membuat aneka kerajinan kecil seperti gantungan kunci, dan dompet koin.  Mendapat respon positif dari teman-temannya, pun mulai mengeksplor kemampuannya berkarya. Aneka buku kerajinan tangan menjadi sumber inspirasinya kala itu.

Dengan modal tak seberapa, ibu dua anak ini memberanikan diri membuka bisnis. “Saya lupa saat itu modalnya berapa, sekitar Rp 500 ribu mungkin. Saat saya menikah pun saya sendiri yang membuat souvenir, ternyata banyak yang suka,”jelasnya.

Tak hanya mengandalkan referensi dari buku, Era pun rajin ikuti berbagai pelatihan handycraft. Dengan demikian dapat menambah ketrampilan dan wawasannya mengenai handycraft.

Hingga pada tahun 2009 dia tertarik mengikuti sebuah workshop pelatihan sulam pita di Surabaya. Terbilang masih baru, Era pun terus mengasah kemampuannya dalam menyulam. Menurut dia,  dalam kerajinan tangan selalu dibutuhkan sesuatu yang baru. Berkat ketelatenannya, kini koleksinya sedikit demi sedikit terus bertambah. Bahkan kini mampu memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk melatih ketrampilan dan meningkatkan mutu ekonomi. Selain memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumah, tak jarang wanita kelahiran 7 Juni 1970 ini kerap mengisi seminar ketrampilan pada acara ibu-ibu PKK maupun kegiatan sosial lain. “Sering ibu-ibu di sekitar rumah saya ajari handycraft, jadi mereka bisa berjualan juga atau sekedar untuk mengisi waktu,” tandasnya.

Mengenai tren, wanita penggemar musik pop ini menjelaskan bahwa tren back to nature atau berbahan dari alam tengah menjadi idola. Ini yang menjadi alasannya mulai kembangkan sulam goni.

Untuk mempercantik tampilan, tak jarang dia kerap memadukan antara anyaman dengan goni. “Sekarang sukanya yang berbahan alami, seperti tas anyaman atau dari kain goni begini. Jadi saya mencoba memadukannya,” jelasnya.

Ia mengaku inspirasi awal ketika tengah berwisata di Jogjakarta.  Saat itu dia tengah melihat aneka kerajinan berbahan goni, lantas dia pun melakukan percobaan dengan menambahkan hiasan berupa sulaman dari benang goni. “Sementara ini saya tawarkan pada teman-teman sekitar ternyata responnya positif,” tandas wanita 49 tahun ini.

Dalam sehari mampu menghasilkan lima tas ukuran sedang. Tergantung tingkat kerumitan masing-masing. Berkat ketekunannya, kini hasil karyanya telah dipasarkan hingga Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, hingga Bali.

(rt/did/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia