Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Bendungan Tugu untuk Mengairi 1.200 Hektare Lahan

09 Januari 2019, 14: 30: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

BELUM SELESAI: Pekerja ketika meneruskan proses pembangunan Bendungan Tugu yang dijadwalkan akan selesai 2021 mendatang

BELUM SELESAI: Pekerja ketika meneruskan proses pembangunan Bendungan Tugu yang dijadwalkan akan selesai 2021 mendatang (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Sekitar tiga tahun lagi merupakan waktu yang harus ditunggu bagi masyarakat Bumi Menak Sopal untuk merasakan manfaat dari pembangunan Bendungan Tugu. Pasalnya, karena berbagai hal, pembangunan bendungan yang berada di wilayah Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu tersebut ditargetkan selesai pada 2021 mendatang.

Nantinya jika bendungan tersebut telah selesai dibangun, bisa dimanfaatkan sebagai lokasi pariwisata. Di samping itu, juga bisa digunakan untuk suplai air irigasi di lahan pertanian sekitar bendungan. “Dengan kondisi itu, nantinya suplai air irigasi bisa untuk 1.200 hektare lahan pertanian,” ungkap pejabat pembuat komitmen (PPK) Bendungan Tugu, Yudha Tamtra Achmadi.

Dia melanjutkan, dengan irigasi di luasan lahan tersebut, nantinya pola tanam menjadi padi-padi palawija setiap tahunnya. Sedangkan untuk suplai kebutuhan, sebesar 12 liter per detik. ”Selain dua hal itu (wisata dan irigasi, Red) Bendungan Tugu juga bisa digunakan untuk mengembangkan bidang perikanan air tawar dan mencegah terjadinya banjir atau penurunan puncak banjir,” katanya.

Fungsi tersebut mengingat Bendungan Tugu dibangun untuk membendung aliran Kali Keser, yang merupakan salah satu sungai besar di Kabupaten Trenggalek. Sungai tersebut memiliki potensi manfaat dan potensi bencana. Itu terlihat jika Kali Keser banjir. Berdasarkan catatan yang ada, telah menimbulkan berbagai kerusakan dan genangan air sampai ratusan hektare di bagian hilir sungai. Bagian hilir sungai tersebut melintasi kawasan permukiman serta kawasan kegiatan ekonomi di Kota Trenggalek dan kecamatan lainnya di bagian hilir.

Jadi dengan selesainya pembangunan bendungan tersebut, diharapkan bisa meningkatkan faktor pendukung kesejahteraan masyarakat tersebut. “Semoga saja dalam proses pengerjaan, nantinya tidak ada masalah yang berarti hingga pembangunannya bisa selesai sesuai jadwal,” jelas Yudha.

Seperti yang diberitakan, masyarakat Bumi Menak Sopal dan sekitarnya harus bersabar jika ingin menikmati manfaat dari pembangunan Bendungan Tugu. Pasalnya, hampir dipastikan pembangunannya tidak akan selesai hingga akhir tahun ini.

Itu terkait tahap awal pelaksanaan proyek, proses pembangunannya terkendala oleh pembebasan lahan. Belum lagi di wilayah tersebut sering kali terjadi bencana yang menghambat proses pembangunan. Jadi kini proses pembangunannya masih sekitar 35 persen dari rencana. 

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia