Sabtu, 16 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Atap Bolong, Pedagang Minta Direnovasi

09 Januari 2019, 18: 45: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

DITEMBEL DENGAN ANYAMAN BAMBU: Pedagang pakaian di Pasar Sumberdadi menjajakan barang dagangannya.

DITEMBEL DENGAN ANYAMAN BAMBU: Pedagang pakaian di Pasar Sumberdadi menjajakan barang dagangannya. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Sebagian pedagang di Pasar Sumberdadi di sebelah timur mengeluh karena asbes atau atap pasar rusak. Banyak lubang sehingga ketika hujan, dipastikan mereka terkena air hujan karena bocor.

Kondisi ini pun acap kali mengganggu pedagang yang sedang berjualan. Agar tak mengganggu pedagang, mereka menyiasati dengan menambal asbes tersebut dengan lembaran besek atau menyingkirkan barang dagangan.

Kondisi asbes yang rusak itu dibenarkan Suparti, pedagang jajanan dan kopi di pasar sebelah timur. Dia mengungkapkan, selama tiga tahun berjualan di sebelah timur, belum pernah ada renovasi asbes atau yang lain. “Dari awal berjualan di sini 2016 lalu, kondisinya masih sama. Tidak ada perbaikan asbes sama sekali. Jadi ketika hujan, kompor dan dagangan saya sisihkan,” ungkapnya.

Wanita asli Kertosono itu menambahkan, bocor mengganggu pedagang atau konsumen yang sedang berbelanja. Sebab, asbes bolong tersebut sebagian besar dialami pasar bagian timur. Selain asbes bolong, tidak ada penutup akses atau jalan untuk pembeli. Ini membuat pembeli kehujanan. “Sering kali pembeli mlipir-mlipir agar tak kena hujan,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan penjual tempe, Pri S. Dia mengungkapkan, ketika hujan, beberapa jalan untuk pembeli ada yang becek karena talang air berkarat dan bolong-bolong. “Meski becek, tak sampai timbulkan banjir karena ada saluran air (selokan) di bawah yang menampung air hujan,” katanya.

Dia mengatakan, sudah tiga tahun ini belum ada renovasi. “Saya mulai jualan di sini sejak 2012 lalu. Hingga kini pasar sebelah timur kondisinya masih sama, ya seperti ini. Belum ada renovasi. Setahu saya, pasar ini dibangun sejak zaman Belanda dahulu,” katanya.

Ketika ditanya kenapa tidak pindah? Dia melanjutkan, di sini sudah turun-menurun. Sebagian pedagang yang sudah lama berjualan di sini mendapat sertifikat hak pakai. Sedangkan pedagang baru belum memiliki itu. “Karena sudah turun-menurun dan punya sertifikat hak pakai, mereka dapat tempat jualan di bagian barat,” katanya.

Bocornya atap Pasar Sumberdadi di sebelah timur itu dibenarkan staf UPT Pasar Sumbergempol, Priyadi. Menurut dia, ada wacana merenovasi pasar bagian timur. Pelaksanaannya pun belum tahu secara pasti. “Rencananya renovasi dengan meninggikan bangunan sebelah timur,” jelasnya. 

(rt/did/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia