Selasa, 19 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

FIA Brawijaya Bantu Kampung Peduli Disabilitas

09 Januari 2019, 23: 01: 52 WIB | editor : Didin Cahya FS

PEDULI : Bantuan berupa sarana dan prasarana desain grafis, dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Malang, untuk keahlian penyandang disabilitas

PEDULI : Bantuan berupa sarana dan prasarana desain grafis, dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Malang, untuk keahlian penyandang disabilitas (SYAIFUL ANWAR/RADAR BLITAR)

 BLITAR KABUPATEN – Skill atau keahlian penyandang disabilitas dan juga pendamping Kampung Peduli Disabilitas, Desa Resap Ombo, Kecamatan Doko, terus bertambah. Itu setelah mereka mendapatkan bantuan berupa sarana dan prasarana desain grafis, dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Malang. Bantuan tersebut, diberikan dalam program kegiatan Doktor Mengabdi. 

Dosen FIA Universitas Brawijaya (UB) sekaligus Ketua Tim Kelompok Doktor Mengabdi Arik Prasetya S.Sos, M.Si, Ph.D mengatakan, dalam dokter mengabdi, sebelumnya telah dilakukan sejumlah kegiatan terhadap penyandang disabilitas beserta pendamping, yang ada di Kampung Peduli Disabilitas. Seperti, Pelatihan desain produk dan managerial. “Nah, harapan kami tidak hanya mendapatkan pelatihan saja, mereka juga harus bisa mempraktikkan apa yang telah diperolehnya dalam pelatihan tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu, setelah serangkaian kegiatan pelatihan digelar, pihaknya memberikan bantuan sarana dan prasarana desain grafis, yakni berupa seperangkat komputer yang berisi sejumlah aplikasi desain grafis, printer dan lainnya. “Dengan adanya bantuan ini, diharapkan penyandang disabilitas dan pendamping, bisa belajar desain grafis,” harapnya.

Menurut dia, belajar desain grafis sangat diperlukan bagi mereka, karena Kampung Peduli Disabilitas saat ini mapu memproduksi kain batik. Nah, dengan skill desain grafis, diharapkan bisa menunjang kreativitas mereka dalam membuat kain batik. Lanjut dia, sejumlah kegiatan pelatihan dan bantuan oleh UB yang diberikan kepada Kampung Peduli Disabilitas, merupakan salah satu bagian dari tri dharma perguruan tinggi, yakni belajar (study), penelitian dan mengabdi. “Nah, Kegiatan Doktor Mengabdi, merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan, yakni pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan dan bantuan, dia berharap agar kedepan bisa membawa dampak positif kepada masyarakat setempat, yakni bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Resap OMbo. Untuk itu, dari kegiatan Doktor Mengabdi, kedepan aka nada kegiatan lanjutan sehingga bisa terwujud tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga nanti ada kegiatan selanjutnya, misalnya ada beberapa usulan kegiatan seperti pertanian, pariwisata maupun peternakan. Yang jelas, beberapa kegiatan tersebut kami usulkan ke universitas,” imbuhnya.

(rt/sai/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia