Jumat, 22 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Kepala Bulog Subdivre Ungkap Alasan Target Serapan Gabah Meleset Jauh

11 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERUS BERUSAHA: Salah satu petani di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, sedang memupuk tanamannya.

TERUS BERUSAHA: Salah satu petani di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang, sedang memupuk tanamannya. (DHARAKA R. PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG – Target Bulog Subdivre Tulungagung untuk menyerap 35 ribu ton gabah di wilayah kerjanya pada 2018 meleset. Dari target tersebut, perusahaan pelat merah itu hanya mampu mencapai sekitar 19 ribu ton atau 55 persen. Kendati demikian, mereka tetap optimistis bisa mencapai target pada 2019 ini.

Kepala Bulog Subdivre Tulungagung Krisna Murtiyanto mengatakan, pihaknya memang sudah berusaha keras untuk menyerap semaksimal mungkin gabah kering dari petani pada tahun lalu. Namun, musim panen yang tidak bersamaan pada tahun lalu diperkirakan menjadi salah satu pemicu. “Kami sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin tahun lalu,” katanya kemarin.

Krisna -sapaan akrabnya- menambahkan, panen yang tidak bersamaan itu diduga membuat para pedagang beras dari luar kota berdatangan ke wilayah kerjanya. Hal itu membuat para petani lebih memilih menjual gabah mereka kepada para pedagang. “Namun kami tetap optimistis bisa mencapai target untuk tahun ini, yang tentunya tidak begitu jauh berbeda,” jelasnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, sebenarnya Perum Bulog mencatat kinerja positif sepanjang 2018. Perusahaan pelat merah ini mengklaim berhasil melakukan pengadaan sebanyak 3,2 juta ton setara beras dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) di akhir 2018 mencapai 2,1 juta ton setara beras untuk se-Indonesia. Stok sebanyak ini merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir. 

(rt/rak/did/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia