Rabu, 16 Jan 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Aktivitas Perahu Tambangan Pascapembukaan Jembatan Ngujang 2

Sudah Diprediksi Omzet Turun Drastis

12 Januari 2019, 01: 55: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SEMANGAT: Pengelola jasa penyeberangan perahu di Desa Bulusari, Kecamatan Sumbergempol.

SEMANGAT: Pengelola jasa penyeberangan perahu di Desa Bulusari, Kecamatan Sumbergempol. (AGUS DWIYONO/RATU)

Setiap pembangunan sebuah infrastruktur pasti ada sisi positif maupun negatif yang ditimbulkan. Tak terkecuali para pelaku usaha perahu tambangan yang mulai ditinggalkan para penumpang. Semua dipicu pembangunan Jembatan Ngujang 2.

DHARAKA R. PERDANA

Matahari baru sepenggalah tingginya ketika Sunarko dan Darmo berada di tengah Sungai Brantas. Namun ekspresi mereka tidak seceria biasanya karena yang menggunakan jasa mereka baru sedikit. Padahal biasanya, kedua warga Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, itu bisa menyeberangkan puluhan penumpang. Usut punya usut, itu dipicu pembukaan Jembatan Ngujang 2 yang baru-baru ini diresmikan Presiden Joko Widodo.

Kendati demikian, keduanya tetap bersemangat untuk beraktivitas menunggu pengguna jasa. Mereka sadar, keluarga di rumah menunggu hasil yang didapat hari itu agar dapur tetap mengebul.

Sambil menunggu calon penumpang, Sunarko menceritakan apa yang terjadi pada perahu tambangan. Pengguna jasa penyeberangan di situ mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding sebelumnya. “Memang ada penurunan omzet, tapi itu sudah kami prediksi sebelumnya ketika jembatan baru itu dibuka,” katanya.

Menurut dia, sebelumnya dalam sehari dia bisa menyeberangkan ratusan sepeda motor. Baik dari selatan maupun utara sungai. Namun kini, untuk mendapatkan 100 sepeda motor termasuk untung-untungan. “Penurunan sangat drastis dibanding sebelum jembatan baru itu jadi,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Darmo, pekerja lain. Menurut dia, pekerjaan yang sudah dijalaninya cukup lama ini bakal terus dijalani. Apalagi seluruh pekerja sudah menyepakati agar jangan sampai berhenti begitu saja. “Kami tidak akan berhenti hanya karena ada penurunan jumlah penumpang untuk kini. Karena kami yakin masih banyak yang membutuhkan,” tuturnya.

Pria berkulit sawo matang itu menambahkan, penurunan yang paling drastis terjadi pada malam hari. Kalaupun ada yang memanfaatkan jasa penyeberangan, itu warga sekitar tambangan yang jumlahnya juga tak seberapa. “Tapi saat malam tetap ada yang bekerja sesuai shift yang sudah disepakati. Yang penting jalan terus,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Jembatan Ngujang 2 yang menghubungkan Desa Pucung Lor, Kecamatan Ngantru dan Desa Bukur, Kecamatan Sumbergempol memang memudahkan akses warga sekitar Sungai Brantas. Mereka tidak perlu lagi naik tambangan atau memutar melalui Jembatan Ngujang 1 dengan jarak tempuh yang lebih lama. 

(rt/did/rak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia