Selasa, 25 Jun 2019
radartulungagung
icon featured
Hukum & Kriminal

Tanpa Alasan, Tiga ABG Keroyok Tetangga

12 Januari 2019, 09: 32: 54 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

APA PUNYA DENDAM?: Polisi ketika menginterogasi Riki, pelaku pengeroyokan di wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, yang ditangkap.

APA PUNYA DENDAM?: Polisi ketika menginterogasi Riki, pelaku pengeroyokan di wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, yang ditangkap. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Persoalan sepele sering kali mengakibatkan pertikaian dan berujung tindakan pidana. Seperti yang dilakukan tiga anak baru gede (ABG) Riki Dwi Santoso, 20 serta dua rekannya yang masih di bawah umur, MHN, 15 dan DIH, 18.

Semuanya warga Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo. Mereka tanpa alasan yang jelas tiba-tiba mengeroyok Dwi Hanang Yudi Laksono, 18, yang tak lain masih tetangganya sendiri.

Kini ketiganya harus berurusan dengan Unit Reskrim Polsek Watulimo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kendati satu pelaku berinisial MHN yang masih di bawah umur, tidak ditahan alias wajib lapor.

Serta satu pelaku berinisial DIH belum tertangkap. Bersamaan itu, turut diamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban yang dirusak pelaku. Serta pakaian korban yang rusak akibat dikeroyok oleh pelaku.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, peristiwa tersebut bermula pada Minggu (23/12/2018) lalu. Saat itu sekitar pukul 01.00, ketika korban melintasi jalan raya di depan Balai Desa Tasikmadu, tiba-tiba dihadang oleh pelaku.

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba terjadi cekcok dan pelaku langsung mengeroyok korban. Hingga membuat korban mengalami luka memar danluka gores di beberapa bagian tubuhnya.

“Karena tidak terima dengan perbuatan pelaku itu, korban langsung mendatangi Mapolsek Watulimo untuk melapor,” ungkap Kapolres Trenggalek AKPB Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, dari situ polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui identitas pelaku. Bersamaan itu, pada Selasa (1/1) lalu, polisi mengetahui keberadaan salah satu pelaku Riki Dwi Santoso yang sedang bermain biliar di salah satu warung wilayah Desa Tasikmadu.

Tak menunggu lama, polisi langsung bergegas ke lokasi untuk menangkapnya. “Setelah ditangkap, kami membawa dia (Riki, Red) ke Mapolsek Watulimo untuk dimintai keterangan terkait identitas pelaku lainnya,” katanya.

Polisi mengetahui lokasi persembunyian satu pelaku lainnya, yaitu MHN, yang berhasil diringkus di rumah bibinya. Namun sayang, ketika polisi menuju kediaman pelaku DIH, dia sudah tidak ada di tempat dan berhasil melarikan diri.

Hingga kini pelaku tersebut dimasukkan dalam daftar pencarian orang(DPO). Nantinya jika terbukti bersalah, pelaku akan dikenakan hukuman berdasarkan pasal 170 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

“Pelaku MHN telah kami serahkan ke pihak keluarga karena masih di bawah umur berikut berita acara penyerahannya. Semoga satu pelaku lain bisa diringkus dalam waktu dekat ini,” jelas Didit.

Sementara itu, ketika Koran ini mencoba mengonfirmasi pelaku Riki yang ditahan, dia tidak mau menjawab. Sehingga memilih untuk masuk jeruji besi Mapolres Trenggalek untuk melanjutkan proses hukumnya.

(rt/zak/ang/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia