Selasa, 25 Jun 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Buah Dari Cinta Terlarang, Siswi SMA Tega Cekik Bayi Hingga Meninggal

12 Januari 2019, 15: 07: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

TERUNGKAP : Bayi milik Er, siswi SMA ini diketahui meninggal karena ada luka cekikan di leher. Bayi tersebut ditemukan di toilet Puskesmas Kauman.

TERUNGKAP : Bayi milik Er, siswi SMA ini diketahui meninggal karena ada luka cekikan di leher. Bayi tersebut ditemukan di toilet Puskesmas Kauman. (AGUS DWIYONO / RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Misteri sebab kematian bayi dari Er, 16,  salah satu siswi SMA di Kota Marmer ini terungkap.  Hasil otopsi pada Jumat (11/1) malam dari pihak kepolisian dan RSUD dr Iskak Tulungagung, terkuak jika bayi dari buah cinta terlarang tersebut, meninggal karena ada luka cekikan di leher.

Selain itu, ada luka di bagian perut bayi yang meninggal di water closed (WC) atau toilet Puskesmas Kauman tersebut.

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyono mengaku, luka cekikan di leher bayi mengakibatkan bayi kekurangan oksigen sehingga meninggal dunia.

Sedangkan luka di perut, akibat bayi terjatuh dan separo badan masuk ke dalam di toilet setelah lahir.

Dugaan sementara, bayi tersebut setelah lahir dari rahim si ibu, lantas leher bayi di pegang tangan kiri Er dan tangan kanan membasuh bayi. "Saat bayi ditemukan sudah dalam keadaan bersih dan masuk ke toilet atau kloset," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Triwahyono (RADAR TULUNGAGUNG)

Mengenai kasus itu polisi masih akan terus melakukan penyelidikan. Termasuk memanggil sejumlah saksi dan ibu bayi.

Seperti diketahui sebelumnya, pengunjung Puskesmas Kauman dibuat gempar dengan peristiwa bayi meninggal di water closed (WC) Kamis (10/1) sekitar pukul 20.30.

Kondisi bayi perempuan dengan panjang 49 senti meter dan berat 28 ons tersebut sudah meninggal dunia. 

Informasi dihimpun di lapangan, ada dua perawat menerima seorang pasien sekitar pukul 18.45,  Er, 16, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, dan masih siswi SMA di Kota Marmer ini.

(rt/iyo/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia