Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Travelling

Butuh Nyali untuk Pergi ke Puncak Gunung Jaas

14 Januari 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SANGAT ANTUSIAS: Masyarakat berada di puncak Gunung Jaas. Dari gunung ini, pemandangan kota Trenggalek terlihat.

SANGAT ANTUSIAS: Masyarakat berada di puncak Gunung Jaas. Dari gunung ini, pemandangan kota Trenggalek terlihat. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Selain wisata di pantai, lokasi wisata di seputaran kota ternyata menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Kota Keripik Tempe untuk mengisi libur akhir pekan. Buktinya Sabtu (12/1), ratusan masyarakat memadati area Gunung Jaas untuk mengisi liburan bersama keluarga.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek, mulai sekitar pukul 07.00, para wisatawan sudah memadati area di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek. Sedikit demi sedikit kendaraan memadati jalan area tersebut. Bahkan jika terjadi libur panjang seperti Tahun Baru Selasa (1/1) lalu, kondisi jalan di wilayah tersebut sampai padat merayap dan area parkir tidak bisa menampung kendaraan lagi. "Sebenarnya saya ini akan menuju ke Kabupaten Ponorogo sehingga tidak ada salahnya untuk mampir di sini,” ungkap salah satu pengunjung yang datang dari Tulungagung, Tri Wulandari.

Dia menambahkan, tempat tersebut dipilih karena letaknya strategis dan biayanya cukup terjangkau. Sebab, tidak jauh dari jalur utama Trenggalek-Ponorogo sehingga memudahkan pengendara singgah. Pemandangan kota Trenggalek yang diperlihatkan dari puncak sangat indah. “Memang cukup menguras tenaga untuk naik, tapi itu sebanding dengan perjuangan yang dicapai,” tuturnya.

Senada diungkapkan wisatawan lainnya dari Tulungagung, Andre Prayoga. Dia menambahkan, memang kondisi taman ini mirip dengan taman di tengah kota lainnya. Seperti taman alon-alon. Bedanya, cuma terlihat pada koleksi binatang lokasi tersebut. Seperti ada burung merak, rusa, dan sebagainya. "Biasa saja jika pada tamannya. Yang lebih menantang jika pengunjung mau menaiki puncak gunungnya," imbuhnya.

Kendati puncak gunung tersebut tidak tinggi, hanya berkisar 303 mdpl, butuh tekad kuat agar bisa sampai. Sebab, bagi orang yang baru pertama mendaki, pasti letih dan keringatnya bercucuran. Ada bagian tertentu yang menanjak sehingga diperlukan tenaga yang ekstra. Namun letih itu pasti akan terbanyar lunas ketika melihat panorama pemandangan kota Trenggalek dari puncak. "Saran saya, jika ingin mendaki gunung, jangan lupa bawa air minum. Pasti akan merasa letih di tengah perjalanan," jelasnya.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia