Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

Baris-berbaris Bentuk Kedisplinan, Tanggung Jawab, dan Ketegasan

14 Januari 2019, 20: 34: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ISI WAKTU LUANG: Tampak siswa latihan baris-berbaris kemarin (13/1).

ISI WAKTU LUANG: Tampak siswa latihan baris-berbaris kemarin (13/1). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Tak sedikit pelajar yang terlihat aktif kegiatan baris-berbaris meski hari libur, Mingggu (13/1). Apalagi kegiatan baris-berbaris bernilai positif sebagai bekal siswa SMA untuk ke depan nanti.

“Dari kegiatan baris-berbaris di dalam pasukan pengibar bendera (paskibra), ada nilai positifnya. Yakni membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab,” terang pelatih baris-berbaris, Ghiffari Zaka Ramadhan.

Untuk menjadi anggota paskibra, harus bangun lebih awal. Sebab, setiap hari pukul 06.00 sampai 07.00 Wib sebelum masuk sekolah, harus latihan. “Sedangkan nilai tanggung jawab itu ketika mengorbankan waktu untuk latihan baris-berbaris,” ungkap siswa kelas XII ini.

Terlebih lagi ketika menjelang perlombaan, konsentrasi dan waktu sebagian besar difokuskan untuk latihan baris-berbaris.

Di sisi lain, baris-berbaris juga melatih kekompakan dan ketegasan. Kekompakan dapat diukur ketika salah satu anggota tim salah gerakan atau telat. Untuk ketegasan, dapat terlihat saat diberi komando, menjawab dengan lantang dan mantap. “Kekompakan dan ketegasan inilah yang terus dilatih, di samping disiplin dan tanggung jawab. Tidak seketika bisa, tapi perlu waktu lama,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika ada kegiatan di sekolah dan menampilkan ektrakurikuler paskibra, porsi latihan akan diperpanjang. “Latihan ini untuk menyambut lomba basket yang digelar sekolah akhir Januari. Mumpung ada waktu, mulai dipersiapkan agar nanti pas hari H gerakan sudah mantap,” jelasnya.

Zaka, sapaan akrabnya, memang sudah tak lagi ikut paskibra. Dirinya hanya menjadi pelatih. “Tim saya dulu pernah menjadi juara I umum lomba baris-berbaris best variasi di STIE Perbanas Surabaya 2017 lalu serta juara II utama best pleton dan variasi di SILA. Ujian nasional (unas) sudah dekat sehingga kini mulai kurangi kegiatan di luar,” ujarnya.

Dia menyatakan, ada empat teknik baris-berbaris yang perlu diketahui. Pertama, gerakan di tempat. Meliputi sikap siap, istirahat, hormat, periksa kerapian, jalan di tempat, hadap kanan, dan balik kanan.

Kedua, gerakan berpindah tempat. Meliputi gerakan lencang kanan, langkah ke depan-belakang, serta langkah ke kanan-kiri.

Teknik ketiga, gerakan berjalan. Terdiri dari langkah tegap, lari maju, haluan melintang, dan hormat kanan. Terakhir, gerakan berjalan berhenti. Yaitu gerakan henti kanan-kiri. 

(rt/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia