Minggu, 15 Sep 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Waspada Potensi Bencana Alam

18 Januari 2019, 14: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERGULUNG-GULUNG: Awan tebal terlihat menggulung di atas Sungai Ngrowo yang menandakan puncak musim hujan.

BERGULUNG-GULUNG: Awan tebal terlihat menggulung di atas Sungai Ngrowo yang menandakan puncak musim hujan. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Masyarakat Kota Marmer harus semakin mewaspadai potensi bencana alam pada pertengahan Januari ini. Mengingat kini sudah memasuki puncak musim hujan. Hal ini ditandai dengan intensitas hujan yang turun sejak beberapa hari belakangan cenderung deras dan cukup lama.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Soeroto membenarkan jika kini sudah memasuki puncak musim hujan. Jadi seluruh masyarakat harus waspada saat beraktivitas di luar rumah. “Sekarang memang sudah memasuki musim penghujan,” katanya Kamis (17/1).

Menurut dia, intensitas hujan yang turun di Kota Marmer memang cenderung deras. Hal ini dipicu tekanan rendah yang berada di selatan Jawa Timur dan menyebabkan pertemuan massa udara dari Samudra Pasifik dan Hindia. Kondisi itu sangat berpengaruh pada pembentukan awan kumulonimbus. “Ini membuat kuantitas hujan di kabupaten ini meningkat,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran ini dari berbagai sumber, distribusi curah hujan di Jawa Timur sebagian besar lebih dari 50 milimeter (mm). Sedangkan perkiraan deterministik curah hujan dasarian I Januari 2019 untuk Jawa Timur pada umumnya berkisar 101-200 mm. Selain itu, diperkirakan probabilistik curah hujan dasarian I Januari 2019 pada umumnya berkisar 51-150 mm dengan peluang lebih dari 60 persen. “Yang pasti, semua harus waspada dengan potensi dan dampak yang terjadi saat hujan deras turun,” tandasnya. 

(rt/did/rak/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia