Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Ponpes dan Masjid Jadi Sasaran Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah

26 Januari 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MASIH DITAHAN: Beberapa amplop yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah yang masih berada di Kantor Pos Tulungagung.

MASIH DITAHAN: Beberapa amplop yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah yang masih berada di Kantor Pos Tulungagung. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG - Pondok pesantren (ponpes) dan masjid menjadi sasaran pengiriman pengirim amplop yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah. Kendati demikian, sampai kemarin (25/1), 57 amplop tersebut masih ditahan pihak Kantor Pos Tulungagung. Alasannya, menunggu instruksi langsung dari Bawaslu RI maupun Mabes Polri atas tabloid yang diduga merugikan salah satu pasangan calon pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang.

Komisioner Bawaslu Tulungagung Muhammad Fayakun mengatakan, pihaknya juga sudah mendapat instruksi dari Bawaslu RI terkait peredaran tabloid yang mengancam kondusivitas tahun politik ini. Mereka harus menyisir setiap jasa pengiriman paket untuk melihat apakah ada kiriman amplop seperti halnya di daerah lain. "Sampai kini baru ada 57 amplop yang ditemukan dan semua ditahan di Kantor Pos," katanya ke beberapa awak media.

Pihaknya memang belum bisa membuka apa isi amplop tersebut. Sebab, masih menunggu instruksi langsung dari pusat. Semua masih tetap berada dalam amplop cokelat dan belum diketahui secara pasti apa isinya. "Kami pun belum tahu berapa total yang dikirim ke Tulungagung. Karena masih ada upaya penarikan dari pihak Kantor Pos," jelasnya.

Kendati demikian, Fayakun -sapaan akrabnya- melanjutkan, setiap amplop ditujukan ke ponpes atau masjid. Hal ini bisa terlihat dari alamat pengiriman yang tertera di sampul amplop itu. "Semua ditujukan ke ponpes atau masjid," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Tulungagung Ardiantha Saputra membenarkan jika ada kiriman amplop yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah. Paket tersebut mulai berdatangan sejak 17 Januari lalu dan baru didistribusikan dua hari setelahnya. "Untuk jumlah totalnya, kami belum tahu. Namun seluruh kantor pos cabang sudah diinstrusikan untuk tidak mengirimkan dulu ke alamat pengiriman," terangnya.

Ardi, sapaan akrabnya menambahkan, ada kiriman serupa yang mencapai 45 ribu amplop untuk Jawa Timur. Rinciannya, 40 ribu untuk masjid dan sisanya ponpes. Namun untuk Tulungagung, dalam dua hari bakal diketahui seberapa banyak yang dikirim ke Kota Marmer. "Semua masih didata dan dicari apakah ada paket seperti itu. Untuk langkah selanjutnya, kami juga menunggu instruksi dari pusat," tandasnya. 

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia