Minggu, 21 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Ekonomi

Bisnis Ikan Cupang (Betta) Modal Minim, Laba Tiga Kali Lipat

26 Januari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MENGUNTUNGKAN: Ikan cupang yang memiliki warna-warna yang indah.

MENGUNTUNGKAN: Ikan cupang yang memiliki warna-warna yang indah. (SITI NURUL LAILIL MA’RIFAH/RATU)

Bisnis ikan hias menjadi salah satu bisnis yang tidak pernah mati. Begitu pun dengan bisnis budi daya ikan cupang, salah satu bisnis rumahan yang menguntungkan. Untuk memulai bisnis budi daya ikan cupang ini tidak sulit. Bisa dimulai dengan mudah dan modal kecil.

Seperti yang dijalani Nurkholis. Dia mengatakan, bisnis budi daya ikan cupang atau ikan betta ini cukup banyak di Tulungagung. Mengingat ikan jenis ini merupakan jenis ikan yang paling banyak penggemarnya. Dari kalangan anak-anak hingga orang tua, banyak yang terpikat dengan penampilan dari ikan cupang. Tingginya penggemar ikan cupang menjadikan peluang bisnis menjanjikan. "Ya, lumayan hasilnya. Tak butuh waktu lama dan ruang yang luas," ucap warga Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru ini.

Seperti dia, cukup bermodalkan Rp 1 juta, mampu membudidayakan ikan cupang hingga 4.000 ekor. Itu pun kata Nurkholis, bisa mendapatkan hasil laba tiga kali lipat. Mengingat harga pasaran cukup stabil, yakni Rp 1.400–1.500 per ekor usia dewasa, sekitar 1,5-2 bulan. "Rp 1 juta itu sudah termasuk biaya pakannya. Kalau bibitnya sih lumayan murah. Yakni sekitar Rp 80-130 ribu per ekor. Kalau pakan bisa mencapai kurang lebih Rp 600 ribu untuk 4.000 ekor tersebut," jelasnya.

Selain itu, lanjut Nurkholis, budi daya ikan yang termasuk family Osphronemidae dianggap murah karena tak perlu tempat yang luas. Biasanya, pembudi daya akan membudidayakan bibit berusia 20 hari ke kolam. Kemudian akan dilanjor atau dipisahkan satu per satu ke dalam botol bekas berdiameter 8,5 sentimeter atau tepatnya botol 1,5 liter ketika berusia sekitar 40 hari.

Hal itu dilakukan agar tumbuh kembang ikan hias lebih maksimal. Bisa juga melakukan pembentukan sirip dan ekor yang lebih maksimal. Sebab, ikan cupang ini bisa bernilai tinggi jika penampilan warna yang menarik serta ekor dan sirip yang lebar. "Nah, ikan cupang ini kalau tidak dipisah, bisa berkelahi dan nantinya merusak ekor lawannya," katanya

Hal senada diungkapkan M. Fatkur Rohman. Dia mengatakan, budi daya ikan cupang sering kali jadi bisnis sampingan. Apalagi ditambah memiliki pasar sendiri. Seperti dia, biasanya ikan cupang hasil budi dayanya dibeli pengepul, kemudian dipasarkan ke luar Jawa. Misalnya Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Meski dibeli pengepul dengan sistem borongan, harga ikan tetap per ekor. Ikan cupang berjenis kelamin jantan biasanya dihargai Rp 1.400. Sedangkan betina harga lebih rendah, yakni sekitar Rp 300. "Usia 1,5 sampai 2 bulan, cupang hias sudah mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan. Kalau satu bulan bisa sih dijual, tapi harganya lebih murah sekitar Rp 750 per ekor," kata pria berusia 21 tahun ini.

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia