Jumat, 26 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Kantor Pos Kembalikan Ribuan Paket

Cegah Black Campaign

26 Januari 2019, 20: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIKEMBALIKAN: Kepala Kantor Pos Cabang Kabupaten Trenggalek Pamuji mengumpulkan paket kiriman berisi tabloid Indonesia Barokah yang nanti dikembalikan ke Kantor Pos Tulungagung.

DIKEMBALIKAN: Kepala Kantor Pos Cabang Kabupaten Trenggalek Pamuji mengumpulkan paket kiriman berisi tabloid Indonesia Barokah yang nanti dikembalikan ke Kantor Pos Tulungagung. (ZAKI JAZAI RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Kantor Pos Cabang Trenggalek mengembalikan ribuan paket yang diduga berisi tabloid Indonesia Barokah ke kantor Pos Tulungagung Jumat (25/1). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kampanye hitam (black campaign) akibat peredaran tabloid tersebut. Mengingat tabloid tersebut menjelekkan salah satu pasangan calon (paslon) presiden..

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sebenarnya kiriman paket tersebut tiba pada Sabtu (19/1) lalu. Kala itu, ada 101 paket berupa amplop dalam keterangannya berisikan tabloid. Seluruh paket tersebut dialamatkan kepada pengurus atau takmir masjid di wilayah Trenggalek. Namun yang janggal, alamat pengirimannya tidak jelas sehingga membuat pihak Kantor Pos sempat ragu untuk meneruskan ke alamat tujuan. “Di amplop itu, alamat pengirim hanya dituliskan dari Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati, Bekasi. Makanya terlihat aneh. Apalagi prangko yang dibubuhkan merupakan prangko berlangganan dan pengirim tidak bersedia untuk diterbitkan resi agar tidak bisa dilacak,” ungkap Kepala Kantor Pos Cabang Kabupaten Trenggalek Pamuji Slamet.

Dia melanjutkan, sampai Kamis (24/1) kemarin ada imbauan agar paketan tersebut tidak diteruskan kepada alamat yang dituju. Tapi ditarik atau dikirimkan ke Kantor Pos Tulungagung kembali. Sebab, kini legalitas redaksi dan keabsahan alamat pengirim masih diragukan. Jadi, proses penerusan ke alamat yang dituju menunggu informasi selanjutnya. “Kini paket itu telah kami kumpulkan untuk dikirimkan kembali ke Kantor Pos Tulungagung, kendati sudah ada satu paket yang telah dikirim ke takmir masjid di wilayah Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek,” tuturnya.

Sedangkan, mengenai berapa paket yang dikembalikan dari seluruh wilayah Trenggalek, Pamuji tidak bisa menyampaikan. Mengingat paket tersebut dikirim langsung ke Kantor Pos kecamatan yang jumlahnya berbeda-beda. Untuk itu, setelah dikembalikan ke Kantor Pos Tulungagung, semuanya akan didata. “Seluruh Kantor Pos di Trenggalek merupakan cabang dari Kantor Pos Tulungagung, makanya setelah dikembalikan, sana yang akan mendata untuk kebijakan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Hukum Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Trenggalek Farid Wadjdi menambahkan, berdasarkan informasi dari Bawaslu Provinsi Jatim terkait beredarnya tabloid tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan kantor pos. Tujuannya mencegah beredarnya tabloid tersebut, mengingat isi dalam tabloid tersebut menjelekkan salah satu paslon presiden. “Upaya pencegahan ini kami lakukan untuk mengantisipasi segala hal yang mengganggu berlangsungnya pemilu nanti,” imbuhnya.

Sedangkan untuk jumlah paket yang belum dikirimkan dan disita, Bawaslu belum bisa mengatakan. Mengingat kini masih dilakukan pendataan oleh Bawaslu kecamatan dan ada beberapa di antaranya dari kantor pos kecamatan bersangkutan telah dikirimkan ke alamat yang dituju. Seperti Dongko, ada 25 paket yang telah disebar, sisanya 55 belum. Tugu ada 10 paket yang telah disebar, sisanya 88 belum disebar dan sebagainya. Dalam satu paket tersebut terdapat tiga eksemplar tabloid. “Sementara ini (kemarin, Red) data yang kami miliki masih sebatas itu. Untuk yang lain menunggu laporan tiap kecamatan. Sebab, diperkirakan jumlahnya ribuan paket,” jelas Farid.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia