Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Politik

Bawaslu-Polisi Lakukan Pengawasan Terhadap Tabloid Indonesia Barokah

28 Januari 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DILARANG: Seorang anggota Bawaslu Trenggalek menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang sementara ini peredarannya ditarik.

DILARANG: Seorang anggota Bawaslu Trenggalek menunjukkan tabloid Indonesia Barokah yang sementara ini peredarannya ditarik. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Polres Trenggalek, dan instansi terkait harus terus melakukan pengawasan menjelang pelaksanaan pemilu pada 17 April mendatang. Ini terkait penemuan tabloid Indonesia Barokah yang masih menjadi polemik keberadaannya. Sebab, diduga menyudutkan salah satu pasangan calon (paslon) presiden.

Koordinator Divisi (Kordiv) Penindakan Pelanggaran Bawaslu Trenggalek Farid Wadjdi mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendata jumlah tabloid yang menjadi polemik tersebut. Sementara ini, berdasarkan data yang ada di Bawaslu, sebanyak 241 amplop siap edar di tiga kecamatan di wilayah Trenggalek. “Berdasarkan informasi yang kami peroleh, setiap amplop berisi tiga eksemplar tabloid,” katanya.

Dia melanjutkan, dari informasi yang diterima, ribuan eksemplar tabloid itu tersebar di 14 kantor pos cabang kecamatan seluruh wilayah Trenggalek. Jumlah yang tersebar di setiap kantor pos berbeda. Namun sementara ini, berdasarkan pendataan, ada sebanyak 88 amplop terdistribusi ke Kantor Pos Cabang Kecamatan Tugu dan 52 amplop terdistribusi ke Kantor Pos Cabang Kecamatan Panggul. “Selain dua kantor pos itu, juga ada Kantor Pos Kabupaten Trenggalek yang jumlahnya telah terkonfirmasi, sedangkan lain belum. Mungkin bisa lengkap pada lusa (Senin, 28/1, Red),” ungkapnya.

Sedangkan dari tiga kantor pos tersebut, ada beberapa tabloid yang telah diteruskan ke alamat penerima. Jumlah itu meliputi satu amplop di Rutan Kelas II B Trenggalek, 10 amplop telah distribusikan ke alamat wilayah Kecamatan Tugu, dan 25 amplop terdistribusi di Kecamatan Panggul. Tindakan selanjutnya, apakah tabloid tersebut mengandung unsur kampanye hitam, hingga kini Bawaslu menunggu instruksi dari Bawaslu pusat. Sebab, dalam konten yang dimuat itu, ditengarai merugikan salah satu paslon presiden.

Dia tak menampik, berdasarkan alamat yang dituju, tabloid itu menyasar kesejumlah pondok pesantren (ponpes), masjid-masjid, dan lokasi tujuan lainnya. “Kami ingin pemilu nanti berjalan kondusif. Makanya berbagai upaya pencegahan akan terus kami lakukan,” jelas Farid.

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia