Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

USBN Bisa Gunakan Smartphone

29 Januari 2019, 02: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

FOKUS: Para siswa sedang fokus mengerjakan latihan soal tryout.

FOKUS: Para siswa sedang fokus mengerjakan latihan soal tryout. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

TULUNGAGUNG – Ada yang berbeda dengan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tingkat SMA dan SMK 2019 ini. Jika sebelumnya USBN tersebut diharuskan menggunakan komputer atau laptop, tahun ini ada opsi lain, yakni dengan menggunakan smartphone. Hal itu dibenarkan Kasubbag SMA/SMK dan pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Tulungagung Subagyo.

Dia mengatakan, SMA/SMK baik negeri maupun swasta di Kota Marmer sudah 100 persen mampu melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Hal ini diduga karena perkembangan teknologi yang semakin canggih ini, maka USBN diarahkan berbasis teknologi. Yakni memberikan opsi penggunaan smartphone ketika USBN akan diselenggarakan Maret mendatang. “Sesuai pedoman teknis penyelenggaraan USBN tahun ini untuk SMA, ada opsi menggunakan smartphone,” katanya

Dia mengatakan, opsi smartphone ini bisa jadi mempermudah sekolah dalam melaksanakan USBN. Pelaksanaan USBN tidak lagi diselenggarakan menggunakan komputer yang jumlahnya terbatas dengan pelaksanaan sebanyak tiga sesi per hari.

Meski demikian, dia belum mengetahui pasti bagaimana teknis serta segi keamanannya dalam pelaksanaan USBN menggunakan smartphone tersebut. Sebab, kini petunjuk pelaksanaan masih dalam pembahasan di Disdik Provinsi Jatim.

“Saya belum bisa menjelaskan detail plus minusnya menggunakan smarphone, apakah rawan atau tidak. Sebab, saat ini masih dirapatkan. Staf saya masih rapat membahas itu di Disdik Jatim dan pulang baru Jumat kemarin,” jelasnya

Pria ramah ini memastikan, opsi smartphone ini sudah dipikirkan secara matang baik segi kelancaran pelaksanaan maupun keamanan. Mengingat, USBN ini merupakan penentu kelulusan siswa. Apalagi ditambah soal 20-25 persen butir soal dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan 75–80 persen butir soal disusun musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dan dikoordinasikan Disdik Provinsi Jatim. “Pastinya disdik sudah mengonsep untuk segi keamanan agar tidak rawan bocor,” jelasnya optimistis.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMAN 1 Kedungwaru Harim Soejatmiko saat dihubungi juga membenarkan pelaksanaan USBN ada opsi pelaksanaan menggunakan smartphone. Kata dia, kemungkinan jika jumlah komputer dan laptop siswa tidak memenuhi untuk jumlah peserta ujian, maka bisa jadi sekolahnya menggunakan opsi tersebut. Sebab, pada prinsip pelaksanaan, USBN itu harus berbasis di kelas. Dengan pelaksanaan maksimum 2 sesi saja. “Ya, ini pedoman teknisnya sudah ada. Dan ini pertama akan dilaksanakan di Jawa Timur,” katanya.

Hal senada diutarakan Kepala SMAN 1 Boyolangu Abdul Roup melalui Waka Kesiswaan Muarif. Menurut dia, USBN tahun ini memang berbasis komputer dan smartphone yang disingkat USBN-BKS. Meski ada opsi smartphone, kata dia, akan memaksimalkan keberadaan komputer dan laptop siswa. Sebab, pelaksanaan USBN menggunakan komputer atau laptop lebih efisien. Siswa juga akan lebih mudah mengerjakan setiap soalnya mengingat tampilannya lebih besar daripada smartphone.

“Ya, kita maksimalkan untuk komputer dan laptop. Namun jika belum mencukupi, ya menggunakan smartphone,” jelasnya.

Muarif menambahkan, untuk mempersiapkan USBN-BKS dan UNBK, pihaknya kini menambah jumlah klien sebanyak 40 komputer.

“Meski sudah ada empat laboratorium komputer, kita persiapkan lagi 40 komputer,” tegasnya

Di sisi lain, Wakahumas SMAN 1 Tulungagung Siswo Subagyo mengatakan, pihaknya lebih mengusahakan dengan komputer dan laptop anak. “Sementara berusaha menghindari smartphone. Karena membayangkan tampilan kecil harus menggeser itu kurang standar,” tegasnya.

(rt/lai/rak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia