Senin, 18 Nov 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Perbaikan Jalan Menelan Rp 31,095 M

29 Januari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TUNGGU LELANG SELESAI: Salah satu ruas jalan nasional di Tulungagung yang memerlukan perawatan segera karena bergelombang.

TUNGGU LELANG SELESAI: Salah satu ruas jalan nasional di Tulungagung yang memerlukan perawatan segera karena bergelombang. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Para pengguna kendaraan bermotor yang sedang melintasi jalur nasional, khususnya ke arah Trenggalek tampaknya harus bersabar menunggu perbaikan. Sebab proses lelang pekerjaan yang dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) 8 masih belum rampung. Kendati demikian, instansi tersebut  mengindikasikan tak ada lagi pekerjaan besar di sepanjang ruas tersebut.

PPK Jalur Kertosono-Kediri-Tulungagung-Jarakan(Trenggalek) Sudibya Wignyajaya mengatakan, pada tahun ini pihaknya memang hanya sekadar melakukan perawatan terhadap jalur yang masuk dalam pengelolaannya itu. Lantaran kondisi jalur nasional antara Tulungagung-Trenggalek terhitung masih cukup kuat meskipun di beberapa titik ada yang bergelombang. “Tampaknya tahun ini hanya untuk perawatan saja,” katanya.

Menurut dia, perawatan berkala memang harus dilakukan setiap tahun. Khususnya untuk menyamakan kondisi antara satu ruas dengan ruas lainnya. Namun semua baru bisa dilakukan jika lelang sudah selesai. “Kini belum selesai untuk lelangnya. Kalau sudah selesai langsung dikerjakan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, untuk preservasi atau perbaikan  jalan yang melintasi lima kabupaten atau kota itu, BBPJN 8 menyiapkan pagu anggaran Rp 31,095 miliar. Di mana sekarng masih dalam masa sanggah untuk lelang di LPSE Kementerian PUPR.

Sementara itu, Muhaimin, warga Rejotangan yang sering ke Trenggalek mengakui, jalur antara Lembu Peteng hingga Kalitelu, Gondang memang perlu penanganan lebih. Karena dengan berjalannya waktu, semakin banyak jalan yang bergelombang. Apalagi ini juga dipicu musim hujan yang membuat lapisan aspal rentan. “Perlu penanganan khusus, karena jalur tersebut jarang sekali bisa mulus. Padahal ini merupakan jalur utama antara dua daerah,” tuturnya.

(rt/rak/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia