Jumat, 26 Apr 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Purel Nekat Curi HP Dua Rekan Kerja

30 Januari 2019, 21: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

DIKEMBANGKAN: Ririn digelandang polisi menuju ruang tahanan Mapolres Trenggalek.

DIKEMBANGKAN: Ririn digelandang polisi menuju ruang tahanan Mapolres Trenggalek. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Penghasilan sebagai pemandu lagu alias public relation (purel) ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari Ernawati, 27, warga Keluarahan Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Pasalnya, wanita yang akrab disapa Ririn tersebut dibekuk Unit Reskrim Polsek Watulimo dengan tuduhan mencuri dua buah handphone (HP) milik Yanti Natalia, 28, warga Desa Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah; dan Indah Lestari, 29, warga Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang yang teman kerjanya di sebuah kafé wilayah Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua korban mengalami kerugian lebih dari Rp 5,3 juta. Kini pelaku mendekam di balik jeruji besi Mapolres Trenggalek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, kejadian tersebut bermula Rabu (16/1) lalu. Kala itu setelah bangun tidur, kedua korban kaget mengetahui dua buah HP miliknya yang semula dicas dan diletakkan di meja samping tempat tidurnya hilang. Bersamaan itu, kedua korban lalu mencari keberadaan HP tersebut. Karena tidak menemukan, langsung melapor ke Polsek Watulimo untuk proses hukum lebih lanjut. “Ketika melapor, kedua korban tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan HP tersebut. Makanya laporan itu diperbarui pada Sabtu (26/1) lalu,” ungkap Kapolres Trenggalek AKPB Didit Bambang Wibawa Saputra.

Dia melanjutkan, setelah laporan tersebut diperbarui, Unit Reskrim Polsek Watulimo langsung menyelidiki dan mengetahui identitas dan persembunyian yang diduga sebagai pencuri HP tersebut. Tidak menunggu lama, saat itu juga (Minggu, 27/1) polisi bergegas menuju tempat hiburan malam di wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi pelaku bekerja selanjutnya. “Sampai di lokasi, kami mengetahui pelaku berada di tempat hiburan itu dan menginterogasinya,” imbuhnya.

Ketika diinterogasi dan ditunjukkan berbagai bukti yang ada, pelaku tidak bisa mengelak lagi akan semua tuduhan yang diberikan kepadanya. Apalagi ketika dilakukan penggeledahan barang bawaan, dua buah HP tersebut masih dibawanya. Untuk itu, polisi langsung membawanya guna proses hukum selanjutnya.

Sedangkan berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya masuk ke tempat tidur korban malam hari ketika mereka tertidur lelap. Itu karena pintu kamar tidur mereka tidak terkunci. Nanti jika terbukti bersalah, pelaku akan diganjar berdasarkan pasal 363 ayat 1 ke-3e KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. “Kasus ini akan kami kembangkan terkait kemungkinan ada korban lainnya, tapi belum melapor,” jelas Didit.

Sementara itu, pelaku Ririn, ketika dikonfirmasi Koran ini enggan menjabat sepatah kata pun. Dia memilih bungkam dan langsung menuruti perintah polisi ketika dibawa ke jeruji besi.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia