Senin, 22 Jul 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Usai Ngopi, Kehilangan HP Rp 13 Juta

30 Januari 2019, 19: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TETAP WASPADA: Suasana warung kopi tempat HP Samsodin hilang di meja kasir beberapa waktu lalu.

TETAP WASPADA: Suasana warung kopi tempat HP Samsodin hilang di meja kasir beberapa waktu lalu. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Samsodin, 36, warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru harus merelakan handphone (HP)-nya dicuri maling, Senin (28/1) lalu. Saat dia membayar di kasir usai minum kopi, HP-nya tertinggal di meja kasir. Peristiwa yang terjadi pukul 10.30 Wib di warkop Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru itu membuat Samsodin mengalami kerugian Rp 13 juta. Hingga kini, pelaku belum ditangkap polisi.

Gepeng, panggilan Samsudin mengaku, sebelum kehilangan HP, dirinya sedang ngopi bersama rekan kerjanya sekitar pukul 08.00. Ketika itu duduknya tak jauh dari meja kasir, hanya berjarak dua meter. “Ngopi seperti biasanya sama rekan. Tak ada firasat apa pun,” ungkapnya.

Puas ngopi, Gepeng membayar kopi ke meja kasir yang terletak di sebelah barat tempat duduknya. Dia pun membawa HP dan dompet. HP Samsung Note 9 miliknya diletakkan di meja kasir di antara stoples-stoples makanan. “Saya taruh di situ karena saya mau ambil uang untuk bayar kopi,” jelasnya.

Ternyata setelah membayar kopi, Gepeng lupa mengambil kembali HP yang ditaruh meja kasir dan langsung kembali ke kantor. Sekitar 10.30 Wib, Gepeng merogoh saku celana karena hendak menelpon klien, tapi HP tak ada di saku. Dia teringat HP-nya ditaruh di meja kasir tempatnya ngopi. “Ketika ingat HP tertinggal, saya langsung kembali ke warung kopi (warkop) untuk cek. Ternyata HP sudah hilang,” ujarnya.

Tak pelak, Gepeng pun tanya kasir yang sedang jaga saat itu, tapi si kasir tak tahu. Setelah itu, Gepeng kembali kerja ke kantor sampai pulang. Tepatnya pukul 16.00, dia pun melapor polisi. “Mau gimana lagi, diduga pelaku sudah tak berada di warung kopi,” tandasnya.

Di sisi lain, Indun Antasa, kasir yang tengah jaga saat kejadian mengaku melihat seseorang yang diduga pelaku, mengambil HP milik Gepeng. Teringat setelah Gepeng lapor kepadanya jika HP-nya tertinggal.

Indun mengaku, diduga pelaku juga ngopi di sini, tapi dia sendiri dan duduk berhadapan dengan Gepeng yang hanya berjarak satu meter. “Saya tak menaruh curiga dengan dia (diduga pelaku, Red), sebelum akhirnya Gepeng kembali lapor HP-nya hilang,” ungkapnya.

Indun melanjutkan, seseorang yang diduga pelaku tersebut dua kali ke meja kasir. Pertama, pelaku membayar, setelah kembali ke kasir dan terlihat mengambil sesuatu. Persis di mana HP Gepeng diletakkan. “Saya sempat melayani diduga pelaku bayar kopi. Setelah itu, saya mengantar kopi di meja utara kasir, berjarak 8 meter sebelah utara kasir. Namun saya kira dia kembali karena lupa kunci motor,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Tulungagung AKP Sumadji membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, laporan kehilangan diterima kepada polisi pukul 16.00, Senin (28/1). Atas kejadian tersebut, pelapor mengaku HP Samsung Note 9 berwarna ocean blue hilang di warkop. Pelapor pun mengalami kerugian sekitar Rp 13 juta. “Saat ini masih dalam penyelidikan (lidik) berdasarkan kesaksian para saksi di TKP,” katanya.

(rt/pur/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia