Kamis, 12 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Perjalanan Karir Adhitya Kreshna Hasilkan Karya Tembus AS (3 Habis)

02 Februari 2019, 14: 35: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KREATIF: Adhitya Kreshna ketika selesaikan salah satu lukisan. Manfaatkan ampas kopi sebagai media lukis.

KREATIF: Adhitya Kreshna ketika selesaikan salah satu lukisan. Manfaatkan ampas kopi sebagai media lukis. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Karya seni dapat dihasilkan melalui apa saja. Termasuk memanfaatkan ampas kopi alias cethe. Melalui tangan kreatif Adhitya Kreshna, cethe mampu menjadi sebuah karya lukis unik. Bahkan telah merambah pasar internasional.

ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI

Meski dianggap sebelah mata, tak membuat semangatnya surut. Bahkan, ayah dua anak ini memutuskan tetap berkarya dan bertekad dapat kenalkan kesenian cethe hingga ranah internasional. Mulanya lebih banyak melukis tokoh-tokoh terkenal. Seperti Joko Widodo, Pakdhe Karwo, Tri Risma Harini, dan beberapa tokoh penting lain. “Alasan saya memilih melukis mereka, sebagai motivasi saya bahwa suatu saat saya dapat bertemu dengan mereka dan memberikan lukisan ini secara langsung. Itu juga untuk mengenalkan kesenian cethe,” tandas Adhit, sapaan akrabnya.

Pria kelahiran 6 Juli 1978 ini mengalami kesulitan dalam memasarkan lukisan cethe di Tulungagung, lantas membuatnya bertekad untuk mengenalkannya di luar Tulungagung.

Dia pun mulai ikut pameran lukisan di Surabaya dan Bali. Tak disangka, pada September 2017, Adhit mendapat kesempatan terbang ke Amerika Serikat untuk mengikuti pameran sekaligus mengenalkan lukisan cethe. “Saya gabung di komunitas pecinta kopi. Dari situ mendapat kesempatan bisa ke Amerika Serikat (AS). Sedikit nggak nyangka bisa ke sana dan mengenalkan cethe,” jelasnya.

Semenjak itu, karyanya mulai dilirik pasar. Bahkan mendapat kontrak untuk pameran dinding di salah satu galeri lukisan di AS selama satu tahun. Dalam satu tahun pun bebas mengirimkan karya lukisannya untuk dipamerkan.

Tak hanya itu, pesanan untuk lukisan cethe mulai berdatangan. Hingga kini, Adhit bertekad terus kembangkan kesenian cethe.

Rencananya, pertengahan tahun ini akan menggelar pameran tunggal untuk lukisan cethe. “Iya, karena lukisan saya sudah mulai banyak, ingin menggelar pameran tunggal khusus karya saya di Tulungagung. Semoga bisa terwujud di tahun ini,” pungkasnya.

(rt/nda/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia