Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Antusias Sambut Tahun Babi Tanah

02 Februari 2019, 21: 04: 59 WIB | editor : Retta wulansari

RITUAL TAHUNAN: Salah seorang warga membersihkan patung dewa di Kelenteng Poo An Kiong, Jumat (1/2).

RITUAL TAHUNAN: Salah seorang warga membersihkan patung dewa di Kelenteng Poo An Kiong, Jumat (1/2). (Whendy Gigih Perkasa/RATU)

BLITAR KOTA - Beberapa hari lagi, warga Tionghoa punya gawe besar. Gawe itu yakni Tahun Baru Imlek 2570. Berbagai hal sudah dipersiapkan. Seperti terlihat di Kelenteng Poo An Kiong, Jumat (1/2). Para pengurus kelenteng sibuk membersihkan tempat peribadatan yang berada di Jalan Merdeka itu. Juru Kunci Kelenteng Poo An Kiong, Akiu mengatakan, kegiatan bersih-bersih sudah rutin dilaksanakan setiap tahun. Sama halnya dengan tahun baru Sura. “Sama seperti tahun sebelumnya, bersih-bersih ini mulai tanggal 25 Januari lalu,” ujarnya.

 Bukan hanya lantai disapu ataupun dipel, bersih-bersih juga dilakukan secara menyeluruh. Terutama patung-patung dewa dan berbagai peralatan lain di kelenteng tersebut. Jumlah patung  tidak hanya satu, tapi mencapai puluhan. Ukurannya pun beragam. Ada yang seukuran mug, ada pula yang setinggi 30 sentimeter, bahkan lebih.

Prosesi membersihkan patung menggunakan air. Ada juga dengan air yang sudah dicampur kembang sehingga lebih harum. Beberapa orang yang membersihkan kelenteng juga memakai kuas agar lebih mudah menghilangkan debu yang menempel pada patung dewa. Wadah tempat abu dupa juga dibersihkan. Dipoles menggunakan pasta khusus dan digosok sampai mengilap. “Tujuannya agar bersih dan siap dipakai sembahyang pada 5 Februari nanti,” kata Akiu.

Pria ramah itu melanjutkan, tahap awal untuk bersih-bersih yakni dimulai dari bangunan atau pun atap. Selanjutnya, isi kelenteng termasuk patung dewa. “Dibersihkan dan diganti bajunya. Patung Mak Co, Kong Co, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Akiu menambahkan, Imlek tahun ini merupakan tahun babi tanah dari sebelumnya tahun anjing tanah. Konon tahun babi tanah menjanjikan keberuntungan. Dia pun berharap agar tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. “Semoga negara aman, tak ada gangguan, hidup tenteram. Hati-hati karena juga bersamaan dengan tahun politik,” imbuhnya.

 Momen tahun baru Imlek ternyata juga ditunggu banyak orang selain warga Tionghoa. Salah satu alasannya ketika Imlek, ada perayaan yang menampilkan budaya khas Tionghoa. Misalnya atraksi barongsai ataupun acara lain yang menarik. “Kadang ada acara-acara rangkaian Imlek Seperti Barongsai dan Liang Liong. Ini yang menarik,” ujar Winarti, warga sekitar kelenteng.

(rt/whe/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia