Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Blitar

Nasib Pasar Loak Semakin Menggantung, Dinas Masih Tunggu Kesepakatan

04 Februari 2019, 17: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

LUAS: Lahan di kawasan Pasar Hewan Dimoro yang akan dibangun pasar loak.

LUAS: Lahan di kawasan Pasar Hewan Dimoro yang akan dibangun pasar loak. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, tampaknya masih menggantung. Sebab, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar masih akan menunggu sikap dari pedagang loak di timur Pasar Templek itu.

Disperdagin masih akan berkomunikasi lebih lanjut lagi terhadap sejumlah pedagang yang akan dipindah di pasar loak baru. Akibatnya, hingga kini dinas belum mengambil langkah serius terkait rencana pembangunan pasar loak itu. "Kami masih berkomunikasi dengan pedagang. Surat pernyataan pedagang mau menempati pasar loak baru nanti belum ada (dibuat, Red)," kata Kepala Disperdagin Kota Blitar Arianto.

 Surat pernyataan itu, jelas dia, berisi mengenai sikap pedagang soal rencana pembangunan pasar loak di kawasan Pasar Hewan Dimoro. Yakni sikap sepakat dan tidaknya pedagang pasar loak menempati pasar baru nanti. "Terpenting, jika nanti dibangun, mau nggak menempatinya? Itu yang harus diperhitungkan," ujarnya.

Sebab, menurut dia, jumlah pedagang yang akan menempati pasar baru nanti juga menyesuaikan anggaran yang disiapkan. Tidak semua pedagang loak bisa menempati pasar loak baru. "Hasil perhitungan kami anggaran cukup untuk 50 pedagang. Padahal, jumlah pedagang loak ada 110 warga," jelas pria ramah ini.

Belum lagi, ada pedagang loak yang memiliki kios lebih dari satu. Ada yang punya dua hingga tiga kios. Makanya, dinas akan berkomunikasi lagi dengan pedagang loak guna kesepakatan pembangunan.

 Meski demikian, dinas tetap menargetkan pembangunan dilakukan tahun ini. Alokasi anggaran yang disiapkan sekitar Rp 3 miliar. Anggaran itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. "Yang pasti, kami masih menunggu kesepakatan dari pedagang," tandas Arianto.

Sebelumnya, rencana pembangunan Pasar Templek pada 2018 lalu sempat memicu polemik. Terutama pedagang loak yang selama ini berjualan di sisi utara Pasar Templek terdampak relokasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berencana merelokasi pedagang di timur Pasar Templek, yakni di bangunan eks Pasar Mbelehan.

 Namun, saat itu pedagang menolak direlokasi di eks Pasar Mbelehan dengan alasan sempit. Pedagang meminta direlokasi di kawasan Pasar Hewan Dimoro. Permintaan pedagang itu akhirnya dikabulkan Pemkot Blitar usai hearing dengan DRPD Kota Blitar. Namun, sampai kini belum ada kejelasan mengenai rencana pembangunan pasar loak di Dimoro.

(rt/kan/abd/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia