Senin, 20 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Harga Cabai Merah Naik, Cabai Keriting Turun

05 Februari 2019, 17: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

FLUKTUATIF: Pedagang, Elik Lailiyah, menjajakan dagangannya berupa cabai kecil kemarin.

FLUKTUATIF: Pedagang, Elik Lailiyah, menjajakan dagangannya berupa cabai kecil kemarin. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RATU)

TULUNGAGUNG – Mendekati tahun baru Imlek ternyata tidak berpengaruh terhadap harga sembako dan bumbu dapur. Jika ada yang naik atau turun, itu lebih karena cuaca sekarang ini, yakni musim hujan. Barang-barang yang harganya fluktuatif, di antaranya daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, dan sayuran.

Pedagang daging ayam dan sapi di pasar tradisional Kecamatan Sumbergempol, Yulaika memaparkan, dari tiga hari lalu, daging ayam turun sekitar Rp 1 ribu. Semula Rp 33 ribu, kini Rp 31 ribu per kg. Kemungkinan harga daging ayam ini ada indikasi turun lagi. Sebab, harga normal daging ayam Rp 30 ribu per kilogram (kg).

Dia melanjutkan, harga daging ayam turun itu dipengaruhi musim penghujan. Ditambah, minat pembeli berkurang pada musim ini. “Saya cuma mengikuti harga peternak. Kala naik, ikut naik. Begitu pula sebaliknya,” katanya.

Namun, kondisi berbeda pada daging sapi yang sementara ini tetap stabil. Daging super tetap di angka Rp 107 ribu per kg. Sedangkan daging kualitas di bawahnya antara Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu kg. “Tahun baru Imlek tak pengaruhi harga daging sapi,” tandasnya.

Fluktuasi harga pun juga dialami pedagang cabai, Saripah, 60, warga Desa Pakel, Kecamatan Ngantru. Dia mengungkapkan, harga cabai merah, cabai kecil, dan cabai keriting relatif fluktuatif. Kenaikan atau penurunan harga cabai ditandai sejak Jumat (1/2). Semula cabai merah Rp 12 ribu per kg, kini Rp 14 ribu per kg. Sedangkan cabai kecil dan keriting turun. Cabai kecil Rp 11 ribu per kg, kini Rp 10 ribu per kg. Sedangkan cabai keriting, Rp 7 ribu per kg, jadi Rp 5 ribu per kg.

Hal senada juga dialami Elik Lailiyah, pedagang bawang merah, bawang putih, dan telur asal Desa Bulasari, Kecamatan Kedungwaru. Dia mengungkapkan, sudah empat hari lalu bawang merah turun harga sebesar Rp 2 ribu. Pasalnya, semula Rp 27 ribu per kg, jadi Rp 20 ribu per kg. Sedangkan bawang putih masih stabil, yakni tetap Rp 16 ribu per kg. “Telur juga turun. Semula Rp 25 ribu, sekarang Rp 22 ribu,” tandasnya.

Di sisi lain, Maya, pedagang sayuran juga mengalami kenaikan harga ketika musim hujan. Seperti kangkung, satu ikat Rp 500, jadi Rp 1.000. Sawi putih semula Rp 3.500 jadi Rp 5 ribu. Sedangkan kubis, dari Rp 5 ribu, jadi Rp 5.500. “Kenaikan ini sejak awal musim penghujan,” tandasnya.

(rt/pur/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia