Kamis, 23 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Melihat Rumah yang Pernah Disinggahi Jenderal Besar Sudirman (1)

05 Februari 2019, 01: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BERSEJARAH: Sukarni menunjukkan ranjang yang dulunya jadi tempat tidur Jenderal Sudirman ketika menginap di Desa Bodag.

BERSEJARAH: Sukarni menunjukkan ranjang yang dulunya jadi tempat tidur Jenderal Sudirman ketika menginap di Desa Bodag. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Sebuah rumah di wilayah Desa Bodag, Kecamatan Panggul, mencatatkan namanya dalam sejarah bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya. Pasalnya, sekitar 70 tahun lalu ketika perang gerilya, Jenderal Besar Sudirman pergi meninggalkan rumah Moch. Ngabdi setelah bermalam sekitar tiga malam. Kini, rumah yang menjadi saksi bisu perjuangan sang jenderal besar tersebut masih dirawat dengan baik oleh sang ahli waris dan juru pelihara (jupel) dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek.

ZAKI JAZAI

Sekitar satu jam tiga puluh menit, waktu yang harus ditempuh Jawa Pos Radar Trenggalek ini dari wilayah Kota Trenggalek menuju Desa Bodag, Kecamatan Panggul, menggunakan kendaraan bermotor. Jalan yang sedikit menanjak dan ada beberapa tikungan tajam membuat perjalanan tersebut sedikit melelahkan. Namun, kelelahan itu seakan terbayar setelah sampai di sebuah rumah yang memiliki nilai sejarah dalam perjuangan bangsa dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Di halaman rumah tua itu, terdapat monumen yang menjelaskan bahwa pada 13 hingga 15 April 1949 lalu, sang Jenderal Besar pernah tinggal di tempat tersebut. Bersamaan itu, sambutan hangat diberikan Sukemi, selaku cucu pemilik rumah Moch. Ngabdi, serta Sutikno, jupel rumah tersebut. Setelah bersalaman, kedua pria tersebut langsung mengajak Koran ini masuk ke dalam rumah. Bersamaan itu, keduanya silih berganti menerangkan berbagai peralatan yang dulu digunakan Jenderal Sudirman ketika singgah di tempat tersebut. Secara sepintas, rumah tersebut layaknya sebuah museum kecil. Itu terlihat dari adanya foto kuno sang jenderal yang dulunya seorang guru di perguruan Muhammadiyah tersebut.

Selain itu, ada juga peta rute perjalanan gerilya dari Jogjakarta hingga Kediri, sekaligus foto pemilik rumah beserta istri dan anaknya. Bukan hanya itu, di rumah tersebut juga ada beberapa barang yang dulunya pernah digunakan sang jenderal besar. Seperti seperangkat alat makan, alat ibadah, meja, kursi, dan tempat tidur. ”Semua barang yang pernah dipakai Jenderal Sudirman atau pasukannya di sini masih dalam keadaan baik. Hanya tandu yang dulunya digunakan jenderal, telah disimpan di Museum Jogja Kembali,” ungkap Sukemi, cucu pemilik rumah tersebut.

(rt/zak/did/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia