alexametrics
Selasa, 24 Nov 2020
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

60 Persen Saluran Irigasi Rusak, Lokasi Tersebar di Banyak Titik

06 Februari 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BUTUH SENTUHAN: Salah satu saluran irigasi di dekat persawahan Desa/Kecamatan Pakel.

BUTUH SENTUHAN: Salah satu saluran irigasi di dekat persawahan Desa/Kecamatan Pakel. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

TULUNGAGUNG – Kondisi saluran irigasi di Kota Marmer tak sepenuhnya layak. Diperkirakan 60 persen di antaranya mengalami kerusakan. Kendati demikian, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Sumber Daya Air (Disperum KPSDA) Tulungagung optimistis hal itu tidak sampai mengganggu sektor pertanian.

“Tak semua saluran irigasi dalam kondisi baik,” kata Kabid Pengairan Karno Tukul Selasa (5/2).

Menurut dia, sebaran saluran irigasi yang mengalami kerusakan itu tidak hanya di satu wilayah tertentu, tapi menyebar. Khususnya yang berdekatan dengan lahan persawahan. “Kerusakan tidak hanya di satu titik, tetapi menyebar,” jelasnya.

Karno, sapaan akrabnya melanjutkan, pihaknya sebenarnya sudah berupaya untuk melakukan pemeliharaan terhadap sejumlah titik saluran irigasi yang mengalami kerusakan. Namun, selama ini terbentur minimnya anggaran yang dikucurkan sehingga berpengaruh tidak adanya kegiatan untuk pemeliharaan. “Baru tahun ini kami mendapat dana lumayan banyak dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun Koran ini, besaran dana yang diperoleh berupa dana alokasi khusus (DAK) senilai sekitar Rp 9,3 miliar. Dana tersebut hanya diperuntukkan bagi pemeliharaan saluran irigasi dengan skema lelang atau tender. Tentunya disambut positif instansi yang berada di Jalan Panglima Sudirman itu. “Dana tersebut sudah ada, tapi belum kami terima karena masih dalam proses. Kendati demikian, sudah diberi tahu untuk tidak menerapkan skema penunjukan langsung pada pelaksanaannya nanti,” terang pria yang berdomisili di Desa/Kecamatan Kedungwaru ini.

Disinggung terkait debit air di saluran irigasi kini, pria ramah ini mengaku sudah terisi. Jadi bisa langsung mengisi area persawahan yang mayoritas sudah ditanami padi. “Saluran yang ada masih bisa menampung air untuk dialirkan ke area persawahan,” tandasnya.

(rt/rak/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news