Rabu, 22 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Maling Obok-Obok Dua ATM Milik Bank Jatim di Tulungagung

06 Februari 2019, 23: 00: 59 WIB | editor : Didin Cahya FS

RUSAK: ATM Bank Jatim di Jalan A. Yani Timur yang dibobol maling dan belum bisa digunakan Rabu (6/2).

RUSAK: ATM Bank Jatim di Jalan A. Yani Timur yang dibobol maling dan belum bisa digunakan Rabu (6/2). (AGUS DWIYONO/RADAR TULUNGAGUNG)

 TULUNGAGUNG - Dua anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Jawa Timur (Jatim) di Kota Marmer dibobol maling. Akibatnya, bagian mesin penarik uang otomatis tersebut rusak dan uang di dalamnya dikuras. Kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pencurian itu.

Dua lokasi ATM jadi sasaran, yakni di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu atau di depan kantor dinas pendidikan pemuda dan olahraga (dispendikpora) serta ATM di Jalan A. Yani Timur atau depan Pemkab Tulungagung. Hingga Rabu (6/2), dua ATM tersebut masih dipasang garis polisi.

Pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan lebih lanjut dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua titik ATM.

Selain itu, juga mengamankan beberapa barang bukti berupa rekaman CCTV serta kunci gembok yang rusak.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasatreskrim AKP Hendro Triwahyono mengaku, peristiwa pencurian dilaporkan ke polisi Senin (4/2) lalu oleh petugas Bank Jatim. “Yang pertama dibobol ATM di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kamis (31/1) lalu. Untuk ATM kedua di wilayah Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung, Sabtu (2/2),” ungkapnya.

Menurut dia, dari aksi obok-obok ATM tersebut, diketahui terdapat selisih saldo uang yang berbeda. ATM di Desa Beji hilang Rp 1,5 juta, sedangkan ATM di depan pemkab Rp 15 juta. Dengan demikian, totol uang digondol maling yakni Rp 16,5 juta.

Dia menjelaskan, aksi pembobolan pencuri uang ATM sempat terekam kamera CCTV.

Dalam mengungkap pelaku, Polres Tulungagung telah melakukan koordinasi dengan polres lain. Sebab, diketahui peristiwa serupa terjadi di berbagai kota di Jatim. “Dari rekaman CCTV, terlihat dua orang pencuri,” ujarnya.

Dia belum bisa memastikan pelaku pembobolan ATM yang ditangkap Polres Trenggalek sama dengan pelaku di Tulungagung. “Masih akan melakukan koordinasi untuk pengungkapan kasus ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang nasabah Bank Jatim, Fatati mengaku tidak bisa mengambil uang untuk belanja. Sebab, belum mengetahui jika terjadi pencurian di ATM. “Saya ambil uang di ATM depan dispendikpora, tetapi tidak bisa. Lantas menuju sini (depan pemkab, Red), juga tidak bisa,” ungkapnya

(rt/iyo/did/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia