Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Features

Wushi Nanbai, Salah Satu Komunitas Barongsai di Trenggalek (3 Habis)

07 Februari 2019, 03: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SUKSES : Seorang personel barongsai berhasil naik di atas kepala rekannya dalam atraksi, Senin (4/2).

SUKSES : Seorang personel barongsai berhasil naik di atas kepala rekannya dalam atraksi, Senin (4/2). (AGUS MUHAIMIN/RADAR TRENGGALEK)

Barongsai baru masuk di Kota Keripik Tempe sekitar 12 tahun lalu yakni 2007. Beberapa komunitas olahraga sekaligus kesenian tradisional dari Tiongkok ini pun mulai eksis hingga  kini. Salah satunya Wushi Nanbai, di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek.

AGUS MUHAIMIN

Ia mengibaratkan hubungan personel barongsai itu seperti pacaran. Artinya, seringkali dia mengonta-ganti personel yang ada, hingga ditemukan komposisi yang pas. Hal ini membutuhkan proses cukup panjang. Bukan sebatas bulan namun bisa dalam ukuran tahun. “ Memunculkan chemistry antar personil itu susah,” tegas dia.

Komunitas ini seringkali mendapat undangan hajatan atau peresmian. Tak jarang juga sesekali mengisi pertunjukan amal, seperti saat gempa di Palu beberapa waktu lalu. Rata-rata pertunjukan barongsai hanya berdurasi sekitar dua jam. Itu sudah satu paket, mulai dari seni tari hingga atraksi.

Dalam praktiknya, kondisi fisik menjadi hal utama. Terlebih saat atraksi, kekuatan dan keseimbangan menjadi hal wajib yang harus dipenuhi.

Meski begitu, Anjar juga memaklumi bahwa butuh jam terbang panjang agar bisa menampilkan pertunjukan yang memuaskan. Beruntung tidak pernah ada accident saat melakoni pertunjukan. “ Kalau saat latihan sering, keseleo atau terkilir , itu ibarat sego-jangan,” katanya dikuti senyum mengembang.

(rt/muh/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia