Rabu, 22 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Selama 12 Hari, Bekuk 7 Tersangka Narkoba

07 Februari 2019, 11: 13: 36 WIB | editor : Retta wulansari

DIBEKUK: Sejumlah tersangka kasus narkoba yang berhasil dibekuk dalam operasi Tumpas Semeru 2019.

DIBEKUK: Sejumlah tersangka kasus narkoba yang berhasil dibekuk dalam operasi Tumpas Semeru 2019. (MOCHAMMAD SUBCHAN ABDULLAH/RADAR BLITAR)

BLITAR KOTA - Tujuh tersangka narkoba harus mendekam di balik jeruji besi Polres Blitar Kota, Kamis (7/2). Para tersangka itu dibekuk dalam operasi Tumpas Semeru 2019 yang digelar mulai 26 Januari sampai 6 Februari.

Selama operasi 12 hari itu, Satuan Reserse narkoba berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa narkoba dan obat-obatan keras dan terlarang (Okerbaya). Yakni total sabu-Sahu (SS) 6,18 gram, dobel L sebanyak 1.214 butir dan 85 butir pil psikotropika golongan IV. "Para pelaku ini kami tangkap selama 12 hari. Ada empat TO (Target operasi) yang kami tangkap," kata Kapolres Blitar Kota AKBP Adewira Negara Siregar di Mapolres Blitar Kota, Kamis (7//2).

Ade menjelaskan, dalam operasi tumpas itu Satreskoba menetapkan empat TO yang jadi sasaran. Empat TO itu merupakan residivis kasus narkoba. "Mereka itu ada jaringan dari luar daerah. Dari Tulungagung ada. Sebab, narkoba ini merupakan jaringan lintas daerah," ungkap perwira berpangkat dua melati di pundak ini.

Lebih lanjut, selain barang bukti narkoba, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain. Di antaranya, ada ponsel dan uang tunai. "BB yang kami dapatkan paling banyak adalah sabu-sabu dari salah satu pelaku. Beratnya 3, 66 gram. Pelaku ini memang residivis," terang polisi ramah ini.

Salah satu pelaku, Hendra Hari Purnomo, mengaku sudah lama terlibat peredaran narkoba. Dia juga baru saja keluar dari penjara dengan kasus yang sama. "Baru satu bulan lalu keluar," ujar warga Kelurahan/Kecamatan Sukorejo yang bekerja serabutan di Pasar Legi ini.

PENANGKAPAN: Kurun waktu 12 hari Polres Kota Blitar tangkap 7 pengedar narkoba.

Selain mengedarkan, pria 28 tahun itu terkadang juga sebagai kurir SS. Setiap kali ada barang pesanan tiba, Hendra selalu menaruh SS itu lokasi tertentu untuk diambil oleh pelanggan. "Dia itu yang selalu menaruh SS ditempat tertentu. Jadi pakai sistem ranjau," kata salah satu penyidik. 

(rt/abd/kan/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia