Senin, 16 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Dapat Ilmu dari Lampung Empat Pelaku Pembobol ATM Bank Jatim

08 Februari 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BAGI TUGAS: Cuplikan adegan ketika pelaku beraksi yang terekam kamera CCTV di ATM.

BAGI TUGAS: Cuplikan adegan ketika pelaku beraksi yang terekam kamera CCTV di ATM. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Satreskrim Polres Trenggalek berhasil membongkar dari mana empat pelaku curat bisa membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Jatim. Hasilnya, didapat otak dari aksi tersebut adalah Rudi Hermawan, 37, warga Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang berasal dari Provinsi Lampung.

Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Trenggalek Ipda Daniel Napitupulu mengatakan, semua pelaku rata-rata dari wilayah Lampung. Berdasarkan pengakuan, mereka dapat ilmu terkait cara pembobolan di mesin ATM tersebut dari rekannya yang juga berasal dari Lampung. “Setelah mendapatkan ilmu itu, otak komplotan Rudi Hermawan mengajak komplotan lainnya untuk menerapkannya,” katanya.

Dia melanjutkan, sebelum beraksi, semula komplotan tersebut berkumpul di daerah Kudus, Jawa Tengah. Kala itu, otak komplotan tersebut bertemu salah satu anggota di daerah Bandung, Jawa Barat yang selanjutnya diajak menyewa mobil. Namun dari situ, seorang anggota kelompok tersebut tidak tahu terkait alasan mengapa dirinya diajak menyewa mobil itu. ”Jadi, dia (salah satu anggota komplotan, Red) baru tahu akan diajak melakukan aksi pencurian di ATM itu ketika bertemu dengan anggota komplotan yang lain di Kudus itu,” ungkapnya.

Setelah bertemu, mereka langsung pergi ke wilayah Jatim untuk menyasar sejumlah ATM. Dipilihnya ATM Bank Jatim untuk menjalankan aksinya. Alasannya, karena dinilai memiliki kelemahan sistem pengamanan pada hardware. Sasaran pertama yakni mesin ATM Bank Jatim di wilayah Kabupaten Lumajang.

Saat itu ketika beraksi, berbekal obeng dan penjepit, para pelaku mengakali sistem kerja ATM dengan memutus aliran listrik PLN serta uninteruptible power supply (UPS) ketika uang akan keluar. Dengan cara itu, kendati proses penarikan yang dilakukan sama seperti penarikan lewat ATM pada umumnya, penarikan tidak tercatat dalam sistem Bank Jatim. Untuk peran empat pelaku tersebut, meliputi Rudi Hermawan dan Syahril Azmi sebagai eksekutor, serta Agus Setiawan dan Andika Stevan bertugas mengawasi di luar ATM.

Setelah berhasil beraksi di tempat pertama, komplotan tersebut terus bergerak dengan menyasar puluhan ATM di lebih dari 10 kabupaten/kota wilayah Jatim. Berdasarkan penyelidikan, mereka melakukan aksinya di wilayah Blitar, berhasil membobol Rp 18 juta, di Tulungagung Rp 16,5 juta, dan di wilayah Trenggalek membobol Rp 11 juta. “Untuk kerugian di tempat lain masih dilakukan komunikasi dengan polres bersangkutan. Untuk itu, kami akan terus mengembangkan kasus ini terkait ada kemungkinan aksi tersebut dilakukan di daerah lain,” jelas Daniel.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia