Sabtu, 23 Feb 2019
radartulungagung
icon-featured
Hukum & Kriminal

Siswa Babak Belur Setelah Duel di Sekolah

08 Februari 2019, 20: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

Ilustrasi

Ilustrasi (JawaPos.Com)

TULUNGAGUNG - Dugaan kekerasan terjadi di salah satu SMAN di Kota Marmer. Satu siswa mengalami luka lebam di bagian wajah dan hidung berdarah setelah duel dengan teman satu sekolahnya. Diketahui, korban pemukulan merupakan adik kelas pelaku. Korban yakni DI, 17, warga Kecamatan Ngantru. Sedangkan pelaku pemukulan yakni AD, 18.

Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, melalui Kasubbag Humas AKP Sumaji mengatakan, dapat laporan tindak kekerasan di lingkungan sekolah pada Rabu (6/2) sekitar pukul 13.30. “Memang benar ada laporan kepada kami terkait kekerasan antarsiswa,” katanya Kamis (7/2).

Dua pelajar yang terlibat duel, pihak pelaku kelas XII, sedangkan korban kelas XI. Mereka satu sekolah.

Di hadapan polisi, korban menceritakan kronologi pemukulan AD terhadap DI. Bermula saat DI berada di halaman teras depan kelas ketika cuaca hujan deras. “Karena kondisi hujan lebat, kemarin sekitar pukul 13.30 korban berada di teras depan kelasnya,” ungkap perwira berpangkat tiga balok ini.

Di waktu bersamaan, ada AD sedang melintas di depan korban dan kaki AD menginjak genangan air. Akibatnya, air mengenai celana korban. Sontak, korban melihat AD yang sedang jalan tersebut. “Saat korban melihat AD, tiba-tiba AD ngomong, kenapa? Tidak terima ya?” ungkapnya.

Lantas, AD marah dan memukul korban dengan tangan kanan mengepal mengenai mulut, hidung, dan pipi korban, mengakibatkan lebam. Beruntung, perkelahian tak berlarut-larut karena dilerai teman korban sehingga tidak sampai babak belur lebih parah.

Merasa dirugikan, korban lapor ke pihak kepolisian guna proses hukum lebih lanjut. Kini kasus ini ditangani unit pelayanan perempuan dan anak (UPPA) Polres Tulungagung.

Sementara itu, pihak guru mengakui jika ada siswanya yang terlibat perkelahian. “Saya ikut melerai. Waktu kejadian sedang mengajar dan tahu ada ramai-ramai,” ungkap guru yang enggan disebut namanya itu.

Dia mengaku, dua siswa terlibat perkelahian sudah dipanggil bagian kesiswaan untuk dimediasi. “Mereka sudah dipanggil ke kantor guru,” jelasnya. 

(rt/iyo/did/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia