Senin, 27 May 2019
radartulungagung
icon-featured
Tulungagung

Jalan Rusak Terus Meluas Akibat Guyuran Hujan

09 Februari 2019, 15: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

BUTUH PERHATIAN: Ruas Jalan Ahmad Yani Timur, Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, saat dilakukan penambalan.

BUTUH PERHATIAN: Ruas Jalan Ahmad Yani Timur, Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, saat dilakukan penambalan. (AGUS DWIYONO/RATU)

TULUNGAGUNG - Hujan terus mengguyur Kota Marmer akhir-akhir ini berdampak pada kondisi infrastruktur. Jalan berlubang mudah ditemui di sejumlah kawasan protokol, termasuk di Jalan Ahmad Yani Timur, Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung.

Warga merasa cemas saat hujan datang. Sebab, genangan air menutupi lubang jalan. Jika tidak waspada, akan celaka. “Sebelum dilakukan perbaikan, ada beberapa titik lubang yang bahayakan pengendara,” ungkap warga sekitar Sunaryo Jumat (8/2).

Jalan tersebut merupakan kawasan ramai lalu lintas. Jadi jika tidak segera dilakukan perbaikan, kerusakan jalan akan meluas. “Saya amati akhir-akhir ini, akibat adanya hujan, banyak aspal mengelupas,” ungkapnya.

Dia berharap, perbaikan jalan berlubang tidak dipusatkan di wilayah kota, tapi di jalan-jalan raya lain yang sering dilalui kendaraan.

Salah satu pengendara motor, Muhammad Baharudin, menginginkan pemerintah segera memperbaiki jalan rusak di Tulungagung. “Tidak hanya di sini Mas, semua jalan segera dilakukan perbaikan,” ungkapnya.

Kondisi sama terlihat di jalan antarkabupaten di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman. Di jalan tersebut, terdapat lubang sangat dalam karena di bawah titik lubang terdapat saluran air. Kedalaman lubang sampai dua meter. Kini jalan berlubang itu hanya diberi tanda oleh warga sekitar agar pengendara tak sampai jatuh.

Warga sekitar, Wondo mengungkapkan, pihak dinas terkait sudah memperbaiki jalan berlubang sebelah utara dua minggu lalu. Karena di bawah jalan terdapat saluran air peninggalan Belanda sehingga sudah tak kuat menahan beban dari tahun ke tahun. “Dua minggu lalu sisi utara sudah selesai dicor, tapi sisi selatan belum,” tandasnya.

Meski demikian, belum genap dua minggu diperbaiki, sudah rusak lagi. Tapi titik lubang tepat pada batas cor dan gorong-gorong lama. “Meski diperbaiki, Rabu (6/2) pagi dan sore hari sudah berlubang lagi,” ujarnya.

Mobilitas jalan itu tak pernah sepi karena jalan utama menghubungkan Kota Marmer dengan Trenggalek. Maklum jika kendaraan yang melintasi dari beban ringan sampai berat. “Beban berat dari truk dan bus sering melintasi,” katanya.

Banyaknya kecelakaan disebabkan jalan rusak, warga berinisatif meletakkan pohon pisang tepat di lubang jalan. Selama ini sudah dua pohon pisang dan dua lampu diletakkan di titik lubang, tapi selalu rusak lantaran ditabrak truk. “Terlebih saat malam hari itu sering kali truk menabrak pohon pisang. Tak terkecuali lampu yang saya letakkan turut pecah,” ujarnya.

Beberapa hari ini hampir tiap malam ada yang jatuh karena lubang. Sebab, diameter lubang muat untuk satu roda. Jadi ketika pengendara motor melintas, tak menutup kemungkinan akan terpental lantaran roda nyangkut di lubang. “Rabu kemarin pukul 22.00, ada pengendara sepeda motor sedang mabuk dan jatuh karena jalan lubang. Parahnya dia memarahi warga karena tak benahi jalan,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebelumnya ketika perbaikan jalan sisi utara, tanda berupa batu diletakkan di sisi lubang. Batu itu pernah ditabrak mobil sampai mobilnya terbalik. Untung sopirnya selamat. “Pengemudi melaju dengan cepat, tapi tak tahu ada batu. Mobil sampai terguling-guling,” katanya.

Warga lainnya, Sudirmanto mengungkapkan, pernah membelikan pelat besi berukuran 1x1 meter dengan ketebalan setengah sentimeter untuk menutup lubang tersebut. Namun usahanya gagal karena pelat besi terus bergeser. “Saya letakkan pelat besi itu di atas lubang. Tapi ketika truk atau bus melintas, pelat besi selalu bergeser,” ungkapnya.

(rt/did/iyo/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia