Minggu, 08 Dec 2019
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Ada 54 Desa Rawan Konflik dan Bencana

09 Februari 2019, 19: 00: 59 WIB | editor : Retta wulansari

SEMOGA KONDUSIF: Ratusan personel gabungan disiapkan untuk pengamanan pilkades yang berlangsung hari ini, Sabtu (9/2). Mereka akan disebar ke desa yang menggelar coblosan.

SEMOGA KONDUSIF: Ratusan personel gabungan disiapkan untuk pengamanan pilkades yang berlangsung hari ini, Sabtu (9/2). Mereka akan disebar ke desa yang menggelar coblosan. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

TRENGGALEK - Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di wilayah Kota Keripik Tempe berlangsung Sabtu (9/2) atau hari ini. Dari 132 desa, berdasarkan pemetaan beberapa instansi, ada 54 desa yang rawan, mulai rawan bencana hingga konflik. Sedangkan 78 desa lainnya masuk kategori aman. Hal itu diungkapkan Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibawa Saputra.

Menurut dia, agar coblosan besok (hari ini, Red) berjalan lancar dan aman, maka pelaksanaan pilkades 9 Februari akan diamakan sebanyak 720 personel gabungan. Terdiri atas Polres Trenggalek, Kodim 0806, dan Brimob. “Mereka akan disebar di desa yang menggelar coblosan pilkades,” ungkapnya.

Terkait ada berapa personel di setiap desa, AKBP Didit mengatakan, jumlah disesuaikan dengan tingkat kerawanan di setiap lokasi pemilihan. “Untuk penempatan personel, kami telah memetakan beberapa wilayah. Seperti desa yang masuk wilayah aman dan rawan. Ini untuk antisipasi dini,” katanya.

Dia melanjutkan, kategori rawan di sini indikatornya tidak hanya rawan perselisihan atau konflik, tapi ada berbagai pertimbangan lain. Pertimbangan tersebut di antaranya tingkat gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jarak tempuh atau lokasi desa, kondisi alam yang berarti rawan bencana, serta potensi konflik. “Jadi, nanti jumlah personel yang diterjunkan di beberapa tempat itu akan berbeda,” katanya.

Berdasarkan hasil pemetaan, Didit mengatakan, ada 78 desa masuk kategori aman. Sementara 54 desa sisanya kategori rawan. Untuk itu, selain ada petugas berjaga, sistem keamanan pada desa-desa tersebut akan dilakukan secara mobile. Dari 720 personel yang telah disiapkan, diambil 254 personel untuk patroli mobile di desa penyelenggara, 371 personel disebar di desa penyelenggara, sedangkan 95 personel sisanya siap berjaga-jaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sebenarnya, sebelum pilkades hari ini, polisi telah melakukan berbagai langkah mencegah terjadinya perselisihan antara masyarakat pendukung calon kepala desa (cakades). Sosialisasi kepada masyarakat hingga deklarasi damai telah dilakukan. Ini mengantisipasi terjadinya hal-hal tidak diinginkan. “Semoga saja tidak ada hal yang mengganggu pelaksanaan pilkades besok (hari ini, Red) sehingga masyarakat dalam satu desa bisa rukun kendati beda pilihan. Selain dari anggota kami, juga ada total sekitar 2.520 personel linmas yang menjaga keamanan di setiap TPS,” jelas Didit.

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia